Ibadah Haji: antara Ritual Spiritual dan Kemanusiaan
- 05 Mei 2026 07:41 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Bulan Dzulhijah merupakan bulan dengan banyak peristiwa penting tentang kemanusiaan. Jika dikulik kembali, ibadah-ibadah yang dilakukan di bulan Dzulhijah sendiri memiliki dimensi nilai kemanusiaan yang sangat besar. Sebab, seluruh ibadah yang diperintahkan oleh Allah Swt selalu memiliki dua dimensi, yaitu dimensi spiritual dan dimensi sosial.
Ustaz Dr. Enjang Burhanudin Yusuf, M.Pd dalam dialog Mutiara Pagi Pro 1 RRI Purwokerto kali ini membahas tema “Dimensi Kemanusiaan dalam Ritual Haji”.
Ustaz Enjang menyampaikan kalau di bulan Dzulhijah sendiri terdapat ibadah yang diwajibkan kepada umat Islam, yaitu ibadah haji. Namun, kalau tidak kita gali makna-mkana dari setiap ritualnya, hal ini bisa saja hanya dianggap main-main.
“Kalau kita lihat seluruh ritual haji yang dilakukan itu, itu tidak ada satupun bacaan wajib mulai dari tawaf, kemudian wukuf, nanti mabit, kemudian tahalul. Itu semuanya hanya ritual yang kalau kita lihat secara sekilas seperti ya mohon maaf ya kayak main-main, ini kalau tidak kita selami makna-makna semua hal ini di dalam dimensi - dimensi kemanusiaan tadi, maka haji itu ya sekilas ya hal yang kayak main-main tadi,” jelas Ustaz Enjang.
Berkaitan dengan kemanusiaan, Ustaz Enjang menuturkan bahwa tanda seseorang melaksanakan haji dan dia mabrur adalah ketika benar-benar menjadikan seluruh ritual ibadahnya dalam kehidupan, kemudian dia terapkan bahwa tujuan dia melakukan kebaikan ini semata-mata karena Allah Swt.
“Bagi para jema’ah haji ini perlu memperhatikan bahwa kunci atau tanda dia itu mabrur hajinya adalah ketika dia benar-benar menjadikan seluruh ritual ibadahnya ini dalam kehidupan, kemudian dia terapkan bahwa tujuan dia melakukan kebaikan ini semata-mata karena Allah subhanahu wa taala,” tutur Ustaz Enjang.
Ustaz Enjang juga menambahkan kalau ketika seseorang pulang daripada haji harus menjadi orang yang lebih peduli kepada orang lain.
Dengan demikian, bulan Dzulhijah mengajarkan bahwa ibadah tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga memiliki nilai kemanusiaan. Ritual haji perlu dipahami maknanya agar tidak sekadar menjadi rangkaian kegiatan tanpa arti. Haji yang mabrur tercermin dari perubahan sikap menjadi lebi ikhlas dan peduli sesama. (Helmalia)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....