Menjaga Nilai Agama di tengah Arus Informasi Digital

  • 04 Mei 2026 13:49 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Kehadiran teknologi digital telah mengubah cara manusia berinteraksi, termasuk dalam praktik kehidupan beragama dan penyebaran nilai-nilai spiritualitas di masyarakat. Era ini menawarkan akses yang tanpa batas terhadap literatur keagamaan, namun sekaligus menghadirkan tantangan besar berupa disinformasi yang dapat memicu perpecahan jika tidak disikapi dengan bijak.

Dalam dialog Tasbih Pro 2 RRI Purwokerto bersama Ubaidillah, M.A., seorang Dosen Prodi Studi Agama UIN SAIZU Purwokerto, yang membahas tema “Agama di Era Digital”.

“Agama harus hadir sebagai kompas moral yang relevan dengan perkembangan zaman. Digitalisasi agama juga mempermudah syiar kebaikan melalui berbagai platform media sosial yang lebih dekat dengan keseharian generasi muda,” tuturnya.

Melalui konten-konten yang kreatif, nilai-nilai luhur agama dapat tersampaikan secara lebih efektif tanpa menghilangkan esensi kesantunan dan kedamaian yang menjadi inti dari setiap ajaran. “Pentingnya bagi setiap orang untuk memiliki literasi digital yang baik agar mampu menyaring konten keagamaan yang moderat dan menyejukkan,” lanjutnya.

Meskipun interaksi virtual semakin dominan, aspek kemanusiaan dan empati secara langsung tidak boleh luntur karena terjebak dalam dunia maya yang sering kali semu. Menjaga keseimbangan antara kehidupan digital dan praktik spiritual yang nyata menjadi kunci agar teknologi tetap menjadi alat yang mempererat tali silaturahmi antarumat beragama.

Sebagai penutup, beliau mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan media digital sebagai ruang untuk saling belajar dan menghargai perbedaan. Dengan bimbingan hati yang jernih, agama di era digital akan tetap menjadi pilar kekuatan bagi karakter bangsa dalam menghadapi dinamika masa depan yang semakin kompleks. (Khofifah)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....