Lebih dari Sekadar Self-Care: Makna Sebenarnya Literasi Kesehatan Mental Positif
- 01 Mei 2026 11:01 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Kesehatan mental kini telah menjadi perhatian serius di kalangan generasi muda, namun pemahaman yang mendalam mengenai literasi kesehatan mental masih perlu terus ditingkatkan. Literasi kesehatan mental bukan sekadar mengetahui gejala gangguan jiwa, melainkan juga mencakup keyakinan dan kemampuan untuk mencari sumber daya yang tepat guna mencapai pemulihan yang optimal.
Nia Anggri Noveni, S.Psi., M.A hadir dalam program Curhatnya Pro 2 RRI Purwokerto yang menjelaskan bahwa literasi kesehatan mental terdiri dari tiga komponen utama: pengetahuan tentang gangguan, keyakinan untuk mencari bantuan, dan pemanfaatan sumber daya profesional. "Penting bagi kita untuk tidak melakukan diagnosis mandiri (self-diagnosis) berdasarkan konten media sosial, karena penegakan diagnosis yang valid hanya bisa dilakukan oleh tenaga profesional seperti psikolog klinis atau psikiater," tuturnya.
Sejarah penanganan kesehatan mental telah mengalami transformasi besar dari masa yang penuh stigma dan pemasungan menuju pendekatan yang lebih manusiawi serta berbasis ilmu pengetahuan. Meski demikian, stigma negatif masih sering membayangi masyarakat sehingga banyak individu merasa enggan atau takut untuk berkonsultasi ke tenaga profesional karena dianggap "tidak waras".
Kesehatan mental yang positif sangat memengaruhi kemampuan seseorang dalam menjalankan peran sehari-hari, baik dalam lingkungan akademis maupun pekerjaan profesional. "Seseorang yang sehat secara psikologis akan mampu berfungsi secara optimal dan mengembangkan potensinya tanpa terhalang oleh beban trauma masa lalu atau tekanan lingkungan yang tidak sehat," lanjutnya.
Meningkatkan literasi kesehatan mental dapat dilakukan dengan cara memperbanyak pengetahuan dari literatur yang kredibel serta berani mendatangi fasilitas kesehatan seperti poli jiwa yang kini sudah semakin terjangkau. Dengan memiliki pemahaman yang baik, kita tidak hanya membantu diri sendiri untuk bangkit, tetapi juga dapat menjadi sistem pendukung yang suportif bagi orang-orang di sekitar kita. (Khofifah)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....