CAPRES Mesin Pencacah Organik untuk Mempercepat dan Mempermudah Pembuatan Pupuk
- 30 Apr 2026 09:35 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Dalam upaya mendukung pemulihan sektor pertanian pasca bencana banjir bandang, Tim Mahasiswa Berdampak Universitas Muhammadiyah Purwokerto menghadirkan inovasi berupa Mesin Pencacah Pupuk Organik “CAPRES” (Cacah, Cepat, Presisi). Inisiatif ini ditujukan bagi masyarakat Desa Garoga dan Desa Batu Hula yang terdampak, di mana sebagian besar lahan pertanian mengalami kerusakan parah akibat tertimbun lumpur dan pasir.
Melalui program ini, para petani tidak hanya mendapatkan solusi praktis dalam mengolah limbah organik menjadi pupuk, tetapi juga memperoleh pengetahuan baru yang aplikatif dan ekonomis. Dengan memanfaatkan sampah rumah tangga sebagai bahan dasar, CAPRES diharapkan mampu menjadi langkah nyata dalam meningkatkan ketersediaan pupuk sekaligus mendorong produktivitas pertanian yang lebih berkelanjutan tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Program ini berfokus pada pemberdayaan petani melalui pemberian edukasi dan pelatihan pengolahan pupuk organik dengan memanfaatkan sampah rumah tangga, sehingga dapat menekan biaya produksi pertanian. Untuk mendukung hal tersebut, tim menginisiasi pembuatan alat mesin pencacah yang mampu mempercepat proses pengolahan bahan organik.
Kegiatan diawali dengan koordinasi antara tim agroforestri dan tim pertanian terkait kebutuhan alat di lapangan. Selanjutnya dilakukan rapat perencanaan desain mesin pencacah, hingga proses pembuatan alat yang dilakukan secara kolaboratif. Mesin pencacah CAPRES ini dirancang untuk mengolah berbagai jenis limbah organik seperti sampah rumah tangga, pelepah pisang, serta ranting pohon kecil menjadi bahan pupuk organik yang siap diolah lebih lanjut.
Dalam pelaksanaan kegiatan, tim menghadapi beberapa kendala teknis, di antaranya kondisi lapangan yang tidak sepenuhnya sesuai dengan perencanaan awal, keterbatasan ketersediaan bahan, serta jarak lokasi pembelian komponen yang cukup jauh dari posko kegiatan. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam proses penyelesaian program.
Namun demikian, berkat kerja sama tim dan dukungan dari berbagai pihak, seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Tim tetap berupaya menjalankan program secara optimal dengan kinerja dan dedikasi terbaik.
Adapun harapan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah agar mesin pencacah CAPRES dengan spesifikasi mesin diesel 8 HP dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, khususnya petani, dalam mengolah limbah organik menjadi pupuk yang bernilai guna, sehingga mampu mendukung pemulihan dan peningkatan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....