Dating Apps Fatigue: Lelah Swipe namun Tak Kunjung Ketemu Jodoh

  • 28 Apr 2026 21:48 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Kemudahan mencari pasangan lewat ujung jari kini mulai berbalik menjadi beban mental bagi banyak orang. Fenomena Dating Apps Fatigue atau kelelahan akibat aplikasi kencan kian nyata dirasakan, dimana siklus swipe, match, dan chat yang berulang justru menyisakan kejenuhan emosional.

Alih-alih menemukan koneksi yang bermakna, banyak pengguna yang terjebak dalam rasa lelah dan kebingungan akibat interaksi digital yang seringkali berakhir hambar. Aplikasi kencan awalnya menawarkan harapan untuk memperluas lingkaran sosial, namun realitanya bisa sangat menguras energi.

Melansir dari laman Halo Miyu, banyak pengguna yang akhirnya merasa capek dan bingung karena percakapan yang terjadi sering kali terasa repetitif dan tidak berlanjut ke tahap yang lebih serius. Kondisi ini menciptakan perasaan kesepian di tengah keramaian digital, di mana banyaknya pilihan justru membuat seseorang sulit menentukan komitmen.

Masalah ini tidak berhenti pada rasa lelah saja, tapi juga menyentuh aspek kecanduan. Mengutip ulasan dari laman Froyonion, pola "Swipe-Chat-Repeat" telah mengungkap fenomena kecanduan aplikasi kencan yang meresahkan. Banyak pengguna yang terus-menerus melakukan swipe bukan lagi untuk mencari pasangan, melainkan demi mendapatkan validasi instan berupa notifikasi match.

Dorongan dopamin sesaat ini membuat pengguna terus mencari "siapa tahu ada yang lebih baik" di profil berikutnya, yang pada akhirnya memicu kelelahan mental yang mendalam. Dampak dari kelelahan ini sering kali membuat seseorang merasa harga dirinya menurun atau merasa "mati rasa" dalam bersosialisasi secara digital.

Tekanan untuk terus tampil menarik di layar smartphone terkadang membuat proses perkenalan terasa seperti tugas yang melelahkan daripada pengalaman yang menyenangkan. Sebagai solusi untuk keluar dari jebakan fatigue ini, para ahli menyarankan untuk mulai menyeimbangkan kehidupan sosial di dunia nyata.

Berdasarkan artikel dari laman Psychology Today, salah satu cara terbaik untuk tetap berkencan tanpa bergantung pada aplikasi adalah dengan mengandalkan dukungan dari teman-teman atau lingkaran sosial yang sudah ada. Riset menunjukkan bahwa hubungan yang dimulai dari perkenalan teman atau lingkaran pertemanan cenderung memiliki tingkat kepercayaan yang lebih tinggi dan lebih organik.

Mengenal seseorang secara langsung melalui komunitas, hobi, atau acara sosial memungkinkan individu untuk melihat kepribadian seseorang secara utuh tanpa distorsi filter media sosial. Hal ini membantu mengurangi kecemasan yang biasanya muncul dalam kencan buta hasil dari aplikasi.

Menjaga kesehatan mental di tengah tren kencan digital adalah sebuah keharusan. Jika aktivitas mencari jodoh sudah terasa membebani, mengambil jeda sejenak untuk melakukan digital detox bisa menjadi pilihan bijak. Ingatlah bahwa koneksi yang tulus sering kali hadir saat kita berhenti terpaku pada layar dan mulai membuka diri pada interaksi nyata yang lebih autentik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....