Gen 2 HBBA: Menghapus Stigma Bengkel yang Membosankan

  • 28 Apr 2026 21:23 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Himpunan Bengkel Binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra (HBBA YDBA) terus berupaya mentransformasi bengkel-bengkel umum di Indonesia agar memiliki daya saing dan standar pelayanan setara bengkel resmi. Melalui program pelatihan dan pendampingan intensif, himpunan ini tidak hanya fokus pada teknis otomotif, tetapi juga mulai merambah pada regenerasi usaha dengan melibatkan generasi muda (Gen 2) untuk memastikan keberlanjutan bisnis bengkel lokal di masa depan.

Dalam siaran Pro 2 Community RRI Purwokerto,Sabtu 25 April 2026, Imam Susanto selaku perwakilan Dewan Pengurus Pusat (DPP) HBBA, menjelaskan bahwa organisasi ini merupakan wadah bagi bengkel-bengkel binaan Astra di seluruh Indonesia. Keanggotaan terbuka bagi bengkel umum yang memiliki kemauan kuat untuk berubah, mulai dari bengkel skala kecil hingga bengkel besar.

Proses bergabung dimulai dengan pelatihan awal di YDBA, diikuti dengan pendampingan langsung dari instruktur Astra untuk memastikan penerapan standar pelayanan (SOP) yang tepat. Salah satu fokus utama HBBA saat ini adalah isu regenerasi. Banyak pemilik bengkel menghadapi kendala dalam mewariskan usaha karena kurangnya ketertarikan dari generasi kedua.

Menanggapi hal tersebut, HBBA memperkenalkan Kelvin Antama, seorang anak berusia 12 tahun yang sudah aktif sebagai "Gen 2" di bengkel Docmot Corner, Purbalingga. Kelvin merupakan contoh nyata bagaimana minat terhadap dunia otomotif dapat dipupuk sejak dini melalui pendekatan yang menyenangkan.

"Bengkel itu capek, tapi jangan pernah tunjukkan kesusahannya di depan anak agar mereka tertarik. Sekarang metodenya sudah modern, pakai laptop dan tablet untuk scanner serta membaca repair manual, hal ini sangat disukai anak-anak generasi sekarang," ujar Susanto

HBBA juga menuntut bengkel anggotanya untuk selalu up-to-date terhadap perkembangan teknologi. Sejak tahun 2023, himpunan ini telah memberikan pelatihan kendaraan hybrid dan listrik (EV) bagi anggotanya di wilayah Banyumas dan sekitarnya. Hal ini penting agar bengkel lokal tidak tertinggal oleh masifnya penggunaan kendaraan ramah lingkungan di masa mendatang.

Selain aspek teknis, HBBA menekankan pentingnya kejujuran dan keselamatan konsumen. Setiap bengkel binaan diwajibkan memberikan diagnosa yang akurat dan estimasi biaya yang transparan kepada pemilik kendaraan.

"Jika ada kerusakan krusial terkait keamanan seperti rem atau kelistrikan, kita harus berani berkata tidak untuk perbaikan sementara demi keselamatan konsumen," tegas Susanto.

Jaringan HBBA yang tersebar di berbagai wilayah seperti Jakarta, Yogyakarta, Jawa Timur, Solo, hingga Banyumas, juga memberikan keuntungan bagi masyarakat luas. Saat ini, HBBA sedang mengembangkan aplikasi "Bengkel Indonesia" untuk membantu pengendara, terutama pemudik, dalam menemukan bengkel binaan terpercaya di sepanjang rute perjalanan.

Selain itu, komunitas ini aktif dalam kegiatan sosial, termasuk penyaluran bantuan logistik saat terjadi bencana alam. Transformasi bengkel melalui HBBA membuktikan bahwa UMKM di bidang otomotif dapat naik kelas jika dikelola dengan standar yang profesional.

Melalui kolaborasi antara pengalaman generasi pertama dan ketangkasan teknologi generasi kedua, diharapkan bengkel binaan YDBA dapat terus bertahan dan berkembang di tengah persaingan industri yang semakin ketat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....