RRI Dinilai Responsif, namun Perlu Penguatan Format Digital

  • 28 Apr 2026 16:33 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto- Upaya Radio Republik Indonesia dalam melakukan transformasi digital dinilai sebagai langkah positif, meskipun masih menghadapi sejumlah tantangan dalam implementasinya. Ustaz Dr. Enjang Burhanddin Yusuf.,M.Pd menilai, perubahan yang dilakukan RRI dari siaran konvensional menuju digital merupakan bentuk adaptasi terhadap perkembangan zaman. Ia menyebut, langkah tersebut penting untuk menjaga relevansi radio di tengah persaingan media digital.

“Tidak mungkin ada hal besar dimulai dari langkah besar. Semua dimulai dari langkah kecil. Apa yang dilakukan hari ini akan menjadi kebanggaan di masa depan,” katanya.

Namun demikian, ia mengungkapkan masih terdapat kendala teknis dalam pelaksanaan siaran digital, seperti gangguan koneksi antara perangkat Zoom dengan sistem siaran di studio. Hal ini dinilai dapat memengaruhi kualitas interaksi antara narasumber dan pendengar.

Selain aspek teknis, ia juga menyoroti perlunya inovasi dalam format penyajian konten. Menurutnya, model siaran yang diawali dengan ceramah panjang selama 15 hingga 20 menit berpotensi kurang menarik bagi audiens baru.

Ia menyarankan agar RRI mulai mengadopsi format podcast yang lebih interaktif dan ringan. Format ini dinilai lebih sesuai dengan kebiasaan konsumsi media masyarakat saat ini, terutama di kalangan digital native.

“Kalau langsung interaktif seperti podcast, itu lebih menarik. Pendengar juga bisa lebih terlibat sejak awal,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengusulkan penggunaan sistem rekaman (taping) sebagai alternatif siaran langsung. Hal ini dinilai dapat memberikan fleksibilitas waktu bagi narasumber serta meningkatkan kualitas produksi konten.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....