Komunitas Lingkungan di Purwokerto Bangun Kesadaran Masyarakat
- 28 Apr 2026 08:18 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu perubahan iklim dan lingkungan, keberadaan komunitas lingkungan menjadi bagian penting dalam mendorong perubahan dari tingkat lokal. Di Purwokerto sendiri, sejumlah komunitas lingkungan hadir tidak hanya sebagai wadah kepedulian, tetapi juga penggerak aksi nyata dalam menjaga kelestarian alam dan membangun kebiasaan hidup yang lebih ramah lingkungan di tengah masyarakat.
SPADA Pro 2 RRI Purwokerto kali ini bersama Hanna Fadia Handoyo – Founder Bumi Kasih berdialog membahas tema yang berkaitan, yaitu “Eksistensi Komunitas Lingkungan di Purwokerto”.
Komunitas lingkungan di Purwokerto terus berkembang semakin aktif mengajak masyarakat untuk peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar. Berbagai gerakan dilakukan, mulai dari aksi bersih-bersih sampah, kampanye hemat energi, hingga edukasi mengenai gaya hidup minim sampah. Kehadiran komunitas ini menunjukkan bahwa kesadaran menjaga lingkungan mulai tumbuh di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.
Hanna Fadia Handoyo, selaku Founder Bumi Kasih menyampaikan bahwa persoalan sampah masih menjadi isu utama yang paling sering diangkat oleh komunitas lingkungan. Menurutnya, kebiasaan sehari-hari masyarakat tanpa disadari turut menyumbang persoalan krisis iklim, sehingga perubahan kecil dalam kehidupan sehari-hari perlu terus didiorong melalui edukasi dan aksi nyata.
“Yang paling banyak diangkat itu sampah, karena dari kebiasaan kita sebagai masyarakat tanpa sadar ikut menyumbang gas metan dan krisis iklim,” ungkap Hanna.
Di sisi lain, Hanna menyampaikan bahwa ketertarikan anak muda terhadap komunitas lingkungan ini berawal dari keresahan zaman, bumi semakin panas, sungai semakin kotor, dan sampah berserakan di mana-mana.
“Biasanya anak muda bergabung itu berawal dari keresahan zaman, karena kita merasakan bumi makin panas, sungai makin kotor, dan sampah berserakan di mana-mana,” tutur Hanna.
Selain kegiatan membersihkan lingkungan, komunitas di Purwokerto juga menghadirkan program kreatif seperti diskusi publik, pemutaran film, workshop, hingga kolaborasi lintas komunitas. Upaya ini dilakukan agar pesan mengenai lingkungan bisa lebih mudah diterima oleh masyarakat luas. Hanna menilai dampak dari gerakan lingkungan memang tidak selalu terlihat secara instan. Namun, setiap langkah kecil tetap memberi pengaruh bagi perubahan yang lebih besar.
“Sekecil apa pun kegiatannya, selama tujuannya meningkatkan awarness tentang krisis iklim dan mengedukasi masyarakat, dampaknya pasti ada,” ungkap Hanna.
Dengan demikian, berbagai komunitas di Purwokerto yang berfokus terhadap isu lingkungan menjadi sebuah eksistensi yang berpengaruh bagi lingkungan khususnya Purwokerto itu sendiri. Dengan berbagai kegiatan yang mengedukasi, diharapkan berbagai komunitas tersebut tetap eksis dan menghadirkan banyak dampak positif terutama bagi kelestarian lingkungan hidup di Purwokerto. (Helmalia)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....