Tak Bisa Sendiri: Sinergi Peran Orang Tua, Guru, dan Masyarakat untuk Anak Difabel

  • 25 Apr 2026 17:15 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Mendukung perkembangan anak difabel adalah tanggung jawab bersama yang melibatkan orang tua, guru, dan masyarakat. Anak difabel memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan tumbuh dalam lingkungan yang inklusif, nyaman, serta ramah. Kolaborasi yang kuat antara keluarga, sekolah, dan komunitas dapat menciptakan kondisi yang mendukung potensi mereka agar berkembang secara optimal. Kepala Yayasan SLB Yakut Purwokerto pada dialog Suara Difabel Pro 1 Purwokerto , Netti Lestari, S.Pd, menyatakan bahwa harus ada kolaborasi antara guru, warga sekolah, kemudian orang tua, dan tidak lupa masyarakat. Jadi kolaborasi itu sangat penting untuk menciptakan suasana belajar yang inklusif.

Menurut Netti, kolaborari ini untuk menciptakan lingkungan yang inklusif. lingkungan yang nyaman dan menyenangkan adalah fondasi bagi anak difabel untuk belajar dan berinteraksi, jadi orang tua, guru, dan masyarakat perlu bekerja sama membangun suasana yang ramah difabel.

"Jadi di sekolah, guru harus memastikan bahwa metode pembelajaran inklusif diterapkan, misalnya dengan memberikan adaptasi kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan anak, sementara orang tua di rumah perlu mendukung dengan komunikasi yang penuh kasih dan pengertian, sementara itu, masyarakat berperan dalam menciptakan ruang publik yang dapat diakses dan menerima keberagaman," Ujar Netti.

Netti menambahkan bahwa Identifikasi dan Asesmen untuk Strategi yang Tepat juga perlu dilakukan. Karena menurut Netti setiap anak difabel memiliki kebutuhan yang berbeda, tergantung pada jenis disabilitasnya. Oleh karena itu, penting dilakukan identifikasi dan asesmen yang menyeluruh untuk memahami kekuatan dan tantangan mereka.

" Karena dengan proses ini, guru dan orang tua dapat merancang strategi pendidikan dan dukungan yang sesuai, misalnya, anak dengan gangguan pendengaran mungkin membutuhkan alat bantu dengar atau metode komunikasi berbasis visual, jadi menyesuaikan pendekatan pendidikan dengan kebutuhan spesifik mereka adalah kunci keberhasilan, " tegas Netti.

Untuk itu Netti kembali menegaskan bahwa kolaborasi antara orang tua, guru, dan masyarakat adalah kunci dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan ramah bagi anak difabel. Dengan strategi yang tepat melalui identifikasi dan asesmen, serta dorongan terhadap bakat yang dimiliki, anak difabel dapat berkembang secara maksimal.

" Jadi setiap anak adalah individu yang berharga dengan potensi besar, dan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memberikan mereka kesempatan yang setara untuk meraih masa depan yang cerah, "Pungkas Netti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....