Jejak-Jejak Ramadhan: Menjaga Semangat Ibadah Setelah Bulan Suci Berlalu

  • 25 Apr 2026 16:12 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Ramadhan telah berlalu, tetapi semangat dan kebiasaan baik yang dibangun selama bulan suci seharusnya tetap tinggal dalam diri kita. Dalam dialog Mutiara Pagi bersama Ustadz Hendro Kuncoro, S.Pt. dengan tema Jejak-Jejak Ramadhan tersebut disampaikan bahwa, “Ramadan ini telah berlalu, tetapi jejaknya seharusnya masih tetap tinggal di dalam diri kita.”

Bulan Ramadhan melatih kita untuk lebih sabar, ikhlas, dan peduli terhadap sesama. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk tidak melupakan nilai-nilai tersebut dan menjadikannya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Salah satu jejak utama dari Ramadhan adalah ketaatan kepada Allah. Selama berpuasa, kita mampu menahan lapar, haus, dan berbagai keinginan lainnya tanpa paksaan.

Hal ini menunjukkan bahwa manusia sebenarnya mampu mengendalikan dirinya. Ketaatan ini seharusnya tidak berhenti setelah Ramadhan, melainkan terus dijaga agar hidup tetap berada di jalan yang benar.

“Selama Ramadan kita ini punya jejak utama namanya taat, kita patuh beribadah kepada Allah.” kata Ustadz Hendro.

Namun, tantangan terbesar setelah Ramadhan adalah mengendalikan hawa nafsu. Manusia memiliki banyak keinginan yang jika tidak dikontrol dapat membawa pada hal negatif.

“Sesungguhnya nafsu itu mendorong kepada hal yang tidak baik kecuali yang dirahmati oleh Allah.” Ujar Ustadz Hendro.

Oleh karena itu, kemampuan mengendalikan diri yang telah dilatih selama Ramadhan perlu terus dipraktikkan agar tidak mudah tergoda oleh hal-hal yang melanggar aturan. Selain itu, ada juga fenomena menurunnya semangat ibadah setelah Ramadhan dimana banyak orang yang rajin beribadah saat Ramadhan, namun perlahan meninggalkannya setelah bulan tersebut berakhir.

Hal ini digambarkan dengan kalimat kadang-kadang jejaknya lama-lama menghilang. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan motivasi diri yang kuat, lingkungan yang baik, serta doa agar tetap istiqamah dalam beribadah. Pada akhirnya, hidup di dunia ini hanya sementara dan yang akan dibawa adalah amal kebaikan. Seperti yang diingatkan Ustadz Hendro bekal kematian hanyalah amal saleh saja.

Oleh karena itu, mari jadikan Ramadhan sebagai titik awal perubahan, bukan sekadar momen sementara. Dengan menjaga jejak-jejak kebaikan tersebut, diharapkan kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih dekat dengan Allah dalam setiap langkah kehidupan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....