Kenakalan Anak dan Solusinya: Memahami Penyebab sebelum Menghukum

  • 25 Apr 2026 15:30 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Kenakalan anak merupakan salah satu dari sekian banyak masalah sosial yang paling menyita perhatian. Betapa tidak, dampak destruktif yang ditimbulkan dari kenakalan anak dapat menyebar secara cepat dan signifikan, menciptakan ruang sosial yang tidak aman dan nyaman.

Di tengah era globalisasi saat ini, terdapat tantangan-tantangan baru yang menjadi tugas bersama bagi para orang tua dalam mengasuh anaknya. Hal ini dibahas dalam dialog Jelita (Jendela Informasi Kita) di Pro 1 RRI Purwokerto bersama Uswatun Hasanah, S.Pd.I Ketua Bidang Dakwah Pimpinan Daerah Nasiatul ‘Aisyiyah (PDNA) Purbalingga.yang berkesempatan hadir untuk memberikan ilmu-ilmunya terkait pola asuh orang tua dengan fenomena kenakalan anak. Berdasarkan apa yang disampaikan oleh Uswatun dalam siaran kali ini, kenakalan anak berakar pada ketidakmampuan orang tua dalam mendidik yang disebabkan oleh kurangnya ilmu akan dunia parenting.

“Jika kita sudah mengetahui bahwa anak tumbuh dengan tidak baik, maka kita sebagai orang tua harus mampu menghadapi segala konsekuensi yang terjadi. Artinya kita harus siap bertanggung jawab, karena kita adalah orang tuanya, bukan orang lain,” jelas Uswatun.

Beberapa tips yang menjadi highlight bagi para orang tua agar dapat mendidik anak secara lebih berilmu pun turut disampaikan oleh pemilik pondok pesantren di Purbalingga yang aktif membuat program parenting bagi masyarakat sekitar tersebut. Tips-tips tersebut ialah:

  1. Terapkan pola asuh demokratis. Dengan menerapkan sistem pola asuh demokratis, kita sebagai orang tua tidak terlalu mengekang maupun membebaskan anak. Kita berusaha seimbang dan berada di tengah-tengah dengan mencoba untuk memberikan edukasi secara persuasif terkait dengan hal-hal yang ingin kita ajarkan kepada anak-anak. Dengan begitu, anak diharapkan dapat mengerti dan tidak mencoba untuk mengetahui segala hal dengan tindakannya sendiri tanpa sepengetahuan orang tua yang tentunya cukup berisiko.
  2. Ajak anak berdiskusi. Diskusi membuka banyak hal dan pikiran. Komunikasi yang efektif pun terlihat dari seberapa banyak orang tua melibatkan anaknya dalam memutuskan sesuatu. Dari hal tersebut pun, anak akan merasa dihargai dan dianggap setara—yaitu sosok yang sama-sama ingin didengar dan mampu mendengarkan.
  3. Jadilah tauladan dengan memberikan contoh. Kepada pemirsa di rumah, Uswatun mengatakan bahwa, “1 contoh adalah hal yang lebih baik daripada 1000 narasi”. Artinya kita sebagai orang tua tidak perlu banyak menceramahi, tetapi cukup berikan contoh melalui pembiasaan sehari-hari pada anak. Ia juga mengibaratkan bahwa anak adalah bayangan dan orang tua adalah benda. Jika bayangannya ingin berlaku baik, maka harus dimulai dari bendanya terlebih dulu.
  4. Didik anak dengan ikhlas dan ilmu. Ikhlas adalah kunci dari kekuatan. Tidak peduli seberapa lelah orang tua dalam mendidik anaknya, jika melakukannya lillahi ta’ala maka akan menjadi penguat batin tersendiri. Para orang tua tidak perlu mengkhawatirkan apapun jika sudah mengusahakan yang terbaik melalui parenting yang dilandaskan ilmu, Insyaallah akan berbuah manis di kemudian hari.
  5. Jangan lupa beri apresiasi dan permohonan maaf . Jangan melupakan bahwa orang tua pun manusia biasa yang dapat melakukan kesalahan. Terbukalah untuk dapat meminta maaf pada anak jika memang perbuatan kita tidak benar dalam mendidik. Meminta maaf bukan berarti tanda kita lemah, tetapi sebaliknya merupakan tanda kebesaran hati kita untuk mau memperbaiki diri. Selain itu, jangan lupa beri apresiasi pada hal sekecil apapun yang dilakukan anak. Apresiasi yang cukup akan menjadi dorongan yang baik bagi anak untuk terus tumbuh dan berkembang.

    Dengan menerapkan hal-hal di atas, ia berharap dapat menjadi pegangan atau pedoman yang baik bagi para orang tua dalam memberikan peran pendampingan yang optimal, sehingga menciptakan anak yang Insyaallah berbudi baik dan mampu menjadi jembatan bagi para orang tua menuju surga-Nya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....