Konten Kreatif yang Berdampak Nyata bagi Masyarakat
- 21 Apr 2026 14:34 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Menciptakan konten yang tidak hanya viral, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat tentunya membutuhkan strategi. Termasuk bagaimana melakukan komunikasi yang kreatif dan pemanfaatan media digital agar pesan dapat tersampaikan sesuai dengan tujuan.
Menjawab hal tersebut, Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media menghadirkan SOHIB Berkelas Nusa Tenggara Timur dengan mengangkat tema “Konten Kreatif Berdampak Nyata” secara hybrid. Kepala Diskominfo Kabupaten Manggarai Selatan, Paulus Setahu dalam sambutannya berpesan supaya konten kreator bertanggung jawab dengan menggunakan kreativitas, dalam rangak membangun, merangkul, dan menghadirkan warna positif di tengah besarnya tantangan konten negatif di ruang digital.
Acara ini dihadiri oleh peserta yang hadir secara offline dan online. Diskusi kali ini diisi oleh tiga narasumber, yaitu Dian Lorinsa – Kordinator KLIP Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Suci Maria – Influencer, dan Moch Hafid Arofat – Content Creator.
Berbicara mengenai konten, Dian Lorinsa menuturkan bahwa konten merupakan output yang dituntut untuk bisa menjadi outcome atau hasil dan dampak. Dengan demikian, tercipta istilah konten berdampak.
“Konten berdampak adalah konten yang mampu menarik perhatian, membangun koneksi emosional, dan mendorong perubahan perilaku audiens. Jadi, bukan sekadar viral atau banyak dilihat, tetapi berdampak positif bagi masyarakat,” jelas Dian.
Terdapat 3 pilar utama yang disampaikan Dian untuk konten yang berdampak. Pertama, yaitu psikologi kognitif atau menyentuh kognitifnya seseorang dengan cara meminimalkan beban kognitif audiens.
Selanjutnya, retorika visual, dapat dilakukan dengan cara menggunakan metafora, simbol, dan narasi untuk membujuk. Kemudian yang terakhir, yaitu konteks audiens, relevansi budaya dan emosiaonal adalah kunci. Misalnya, anak-anak muda mendominasi Tik-Tok, warga desa di Facebook, dan yang profesional di Linkedin.
Dengan demikian, konten kreatif sebaiknya tidak hanya mengejar viral, tetapi juga membawa dampak positif bagi masyarakat. Kraetor perlu memahami audiens agar pesan yang disampaikan lebih efektif. Media digital dapat menjadi sarana untuk membangun perubahan melalui kreativitas yang bertanggung jawab. (Helmalia)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....