Membersihkan Diri Lahir dan Batin: Perjalanan dari Fisik ke Jiwa
- 21 Apr 2026 07:54 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Konsep membersihkan diri dalam Islam tidak hanya terbatas pada aktivitas fisik seperti mandi atau berwudu saja, tetapi juga meliputi penyucian jiwa dari berbagai penyakit hati yang merusak. Keselarasan antara kebersihan lahiriah dan batiniah menjadi kunci bagi seorang Muslim untuk mencapai derajat ketakwaan yang lebih tinggi dan ketenangan hidup yang sejati.
Irham Muhammad Azama, Lc., MA, dalam program Tasbih Pro 2 RRI Purwokerto, menjelaskan bahwa pembersihan batin jauh lebih rumit daripada sekadar membersihkan fisik. "Membersihkan diri secara lahir itu mudah dengan air, namun membersihkan batin memerlukan keikhlasan dan taubat yang sungguh-sungguh untuk mengikis sifat sombong, riya, dan dengki dalam hati," jelasnya.
Proses penyucian diri ini harus dilakukan secara berkelanjutan dengan zikir, refleksi diri, serta memperbaiki hubungan dengan sesama manusia sebagai wujud dari rasa syukur kepada Sang Pencipta. Ketika seseorang berhasil membersihkan hatinya, maka tindakan lahiriahnya secara otomatis akan terpancar dalam bentuk akhlak yang mulia dan penuh kasih sayang terhadap lingkungan sekitarnya.
Terkait pengaruh kebersihan batin terhadap kualitas ibadah, Irham Muhammad Azama menambahkan bahwa hati yang bersih merupakan wadah bagi diterimanya amal perbuatan oleh Allah SWT. "Hati itu ibarat cermin; jika cerminnya bersih dari noda maksiat, maka ia akan mampu memantulkan cahaya kebenaran dan membuat kita lebih ringan dalam menjalankan ketaatan," tuturnya.
Upaya untuk membersihkan diri, baik lahir maupun batin, sejatinya adalah perjalanan panjang yang memerlukan konsistensi dan doa agar senantiasa ditetapkan dalam jalan kebaikan. Dengan menjaga kesucian diri secara menyeluruh, kita tidak hanya mendapatkan kesehatan fisik dan mental di dunia, tetapi juga mempersiapkan bekal terbaik untuk menghadap-Nya di akhirat kelak. (Khofifah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....