Kisah Babad Baturraden Diangkat lewat Film Animasi Berbasis AI
- 16 Apr 2026 20:55 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Produksi film animasi bertema sejarah lokal tengah digarap SMP Telkom Purwokerto dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI). Karya berjudul “Jejak Cahaya dari Timur” ini mengangkat kisah Babad Baturraden dari sudut pandang Syekh Maulana Maghribi, dengan arahan cerita dari sejarawan Banyumas Prof. Dr. Sugeng Priyadi, M.Hum dan budayawan Ahmad Tohari.
Kepala SMP Telkom Purwokerto, Widyatmoko, S.T., M.M.T., M.B.A.mengatakan, arus globalisasi dan perkembangan teknologi saat ini menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi budaya lokal. Dampak globalisasi dan teknologi menjadikan masyarakat khususnya anak muda lebih kenal budaya luar. Pembuatan film ini diharapkan menjadi karya bernilai edukatif, budaya, inspiratif bagi masyarakat, dan dapat terus memberi makna bagi generasi mendatang.
“Film ini juga memperkenalkan dan melestarikan kisah Babad Baturraden dari sudut pandang Syekh Maulana Maghribi sebagai alternatif narasi sejarah dan budaya yang jarang diangkat, sekaligus menyampaikan nilai iman, kesetiaan, pengabdian, dan hikmah yang relevan bagi masyarakat masa kini,” ujarnya dalam keterangan yang diterima RRI.
Widyatmoko menambahkan, film yang disutradarai Deuis Nur Astrida ini melibatkan Nurkintani Lisan pada visual dan animasi AI, Ais Pratama Islami Putri sebagai editor, serta Fani Nuruz Zamani pada musik. Film tersebut direncanakan diluncurkan pada 5 Mei mendatang di Gedung Arpusda Kabupaten Banyumas.
Sutradara film, Deuis Nur Astrida M.Kom., menjelaskan, penggunaan teknologi AI dalam produksi ini bertujuan mendorong pemanfaatan teknologi kreatif, khususnya dalam pengembangan dan penyebaran konten budaya serta sejarah Baturraden agar lebih mudah diterima masyarakat luas.
Ia menambahkan, pemanfaatan kecerdasan buatan sebagai media utama dalam penciptaan visual dan audio membuka peluang baru dalam produksi film, sehingga prosesnya menjadi lebih efisien, kreatif, dan adaptif.
“Terkait dengan cerita, kami tim pembuat film sudah berkoordinasi dan meminta arahan dari beberapa tokoh di Banyumas yaitu Sejarahwan Banyumas Prof Sugeng Priyadi dan Budayawan Banyumas Bapak Ahmad Tohari. Kami juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam hal ini Kantor Arpusda dan Dinkominfo,” tuturnya.
Deuis mengungkapkan, film animasi ini dibuat dalam rangka peringatan satu dekade SMP Telkom Purwokerto dan dipersembahkan untuk pemerintah serta masyarakat Banyumas. Hal ini mengingat Baturraden memiliki kekayaan sejarah dan cerita rakyat yang membentuk identitas budaya masyarakat setempat.
“Satu kisah penting dalam film ini adalah babad alas, yang menceritakan awal mula terbentuknya kawasan ini. Versi yang kami angkat berbeda dari cerita yang selama ini dikenal, seperti kisah Batur dan Raden, karena menggunakan sudut pandang Syekh Maulana Maghribi yang masih jarang diangkat,” tambahnya.
Dengan menghadirkan sudut pandang yang berbeda, film ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman masyarakat mengenai asal-usul Baturraden sebagai wilayah yang sarat akan nilai sejarah dan budaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....