Setia di Udara: Suara Pendengar di Hari Penyiaran Nasional 2026

  • 01 Apr 2026 19:37 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwoekrto : Peringatan Hari Penyiaran Nasional 2026 yang jatuh pada 1 April dimaknai RRI Purwokerto melalui program Pro Dangdut yang dikemas interaktif bersama pendengar. Momentum ini sekaligus mengingatkan perjalanan panjang penyiaran nasional yang ditetapkan secara resmi oleh Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2019.

Tanggal 1 April dipilih karena bertepatan dengan berdirinya Solosche Radio Vereeniging (SRV) pada 1933 di Solo, sebagai tonggak awal radio milik pribumi Indonesia. Dalam siaran tersebut, penyiar Pro Dangdut mengajak pendengar menyampaikan pandangannya terkait peran RRI Purwokerto selama ini.

Pendengar setia RRI Purwokerto, Muningah, menegaskan dirinya tidak pernah beralih ke radio lain sejak remaja hingga kini di usia 60 tahun. Ia mengatakan, RRI Purwokerto selalu menjadi teman setia dalam kesehariannya.

“Sejak muda sampai sekarang saya tetap dengar RRI, tidak pernah pindah channel lain. Apalagi sekarang penglihatan saya sudah tidak sempurna,” kata Muningah.

Ia menambahkan, radio menjadi satu-satunya sumber informasi, hiburan, sekaligus sarana komunikasi sosial. Menurutnya, interaksi melalui salam-salam antarpendengar membuat dirinya tetap merasa terhubung.

“Lewat salam-salaman itu saya merasa punya teman, tidak sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, pendengar lainnya, Luna, menilai program RRI Purwokerto memberikan manfaat besar, khususnya dari sisi edukasi. Ia mengaku rutin mengikuti siaran religi di pagi hari.

“Siaran religi pagi sangat membantu saya memahami ilmu agama, penyampaiannya juga mudah dipahami,” kata Luna.

Hal senada disampaikan Suwadi. Ia berharap RRI Purwokerto terus menghadirkan program yang edukatif sekaligus menjaga kearifan lokal.

“Saya suka sekali Dopokan Banyumasan, semoga bisa kembali konsisten seperti dulu dari Senin sampai Kamis,” ujar Suwadi.

Melalui interaksi ini, RRI Purwokerto menunjukkan perannya tidak hanya sebagai media hiburan, tetapi juga ruang komunikasi publik yang tetap relevan dan dekat dengan masyarakat di momentum Harsiarnas 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....