Takwa: antara Kesungguhan Iman dan Kehati-hatian Hidup

  • 31 Mar 2026 14:49 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Melaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya merupakan bentuk ketaatan kepada Allah Swt yang dilandasi keimanan dan mengharap pahala-Nya. Hal ini mencerminkan kesadaran penuh terhadap Allah yang mendorong seseorang untuk beramal dan menghindari maksiat.

Dalam dialog Mutiara Pagi Pro 1 RRI Purwokerto kembali hadir KH. Mintaraga Eman Surya, Lc.,M.A. membahas tema yang berkaitan dengan hal tersebut, yaitu ”Urip Sing Ati-Ati, Brayan Amal Shalih Lan Mulyaning Akhlak Bagian 2”.

Ustaz Mintaraga menuturkan bahwa takwa itu muncul dari keseimanan dan dilakukan semata karena Allah, bukan karena kebiasaan dan pujian. Kemudian tujuannya pun hanya mengharap Allah Ta’ala. “Jadi, dia melakukan segala sesuatu , berbicara, berbuat, berkeyakinan. Itu semuanya karena mengharap itu, Allah Ta'ala,” ujarnya.

Berdasarkan hal tersebut, takwa juga berarti menghadapi segala sesuatu dengan sungguh-sungguh dan hati-hati. Sungguh-sungguh dalam menjalankan perintah-Nya dan hati-hati dalam menjauhi larangan-Nya agar tidak mengikuti nafsu buruk.

Dengan demikian, takwa merupakan wujud ketaatan kepada Allah Swt yang lahir dari keimanan dan niat yang ikhlas. Orang yang bertakwa akan bersungguh-sungguh dalam menjalankan perintah dan berhati-hati menjauhi larangan-Nya. Semua itu dilakukan semata-mata untuk mengharap rida Allah Ta’ala, buka karena kebiasaan atau pujian. (Helmalia)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....