Jangan Kasih Kendor! Strategi ‘Gas Pol’ Ibadah di Sepuluh Malam Terakhir Ramadan
- 15 Mar 2026 19:53 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Memasuki fase sepuluh malam terakhir Ramadan, grafik semangat beribadah masyarakat seringkali mengalami tantangan. Fenomena "masjid yang safnya mulai maju" atau berkurangnya jamaah karena fokus beralih ke persiapan mudik dan Lebaran menjadi tantangan tersendiri bagi setiap Muslim untuk tetap istiqomah.
Ustadz Muhammad Irfan.,M.I.Kom., C.Ps dalam obrolan Sahara - Sahur Penuh Hikmah dan Rahmat Pro 1 RRI Purwokerto beberapa waktu lalu mengatakan, menjaga konsistensi ibadah di penghujung bulan suci sangatlah krusial, mengingat adanya keutamaan malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan. Untuk itu Ia menambahkan diperlukan beberapa strategi agar semangat beribadah tetap stabil bahkan meningkat hingga hari kemenangan tiba.
"Yang utama tentu adalah kembali memperkuat niat dan fokus pada target utama, jadi dengan banyaknya distraksi menjelang Lebaran, seperti belanja baju baru atau menyiapkan kue, seringkali memecah konsentrasi, untuk itu saya mengingatkan untuk kembali meluruskan niat. Jadikan sepuluh hari terakhir sebagai fase "sprint" atau lari cepat menuju garis finis., bisa dengan membuat daftar target ibadah harian yang realistis, misalnya target khatam Al-Qur’an atau jumlah rakaat salat sunnah malam, " ujar Ustadz Irfan
Ia melanjutkan menjaga kebugaran fisik dan pola makan juga penting karena dengan melaksanakan Ibadah ekstra di malam hari menurutnya juga memerlukan stamina yang prima. Tanpa kondisi fisik yang sehat, kantuk dan lelah akan menjadi penghalang utama dalam beriktikaf.
"Yang tidak kalah pentingnya juga kita harus memaksimalkan Iktikaf dan Digital Detox, jadi jika memungkinkan luangkanlah waktu untuk beriktikaf di masjid, namun, jika terkendala pekerjaan, iktikaf bisa dilakukan dalam durasi yang lebih singkat, selain itu penting juga untuk murangi penggunaan media sosial yang tidak perlu , karena waktu yang biasanya habis untuk melakukan scrolling di ponsel bisa dialihkan untuk berzikir atau membaca satu-dua halaman Al-Qur’an, "tuturnya.
Selain itu Ustadz Irfan juga menekankan untuk melakukan variasi ibadah agar tidak jenuh. Menurutnya rasa jenuh ini sering muncul jika pola ibadah terasa monoton, jadi bisa Lakukan variasi ibadah untuk menjaga kesegaran spiritual.
"Bisa dengan membaca tafsir Al-Qur'an untuk mendalami makna, mendengarkan kajian keislaman melalui siaran radio atau podcast atau dengan memperbanyak sedekah subuh atau berbagi makanan berbuka, " katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....