Modal Dakwah yang Utama: Keikhlasan dan Kesabaran

  • 13 Mar 2026 07:47 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Dakwah adalah aktivitas menyeru manusia kepada kebaikan dan jalan Allah SWT. Tidak hanya melalui lisan, dakwah juga bisa dilakukan melalui tindakan nyata yang memberikan teladan. Dalam Islam, dakwah adalah kewajiban setiap Muslim, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)

Selain menjadi ibadah yang mulia, dakwah memiliki keutamaan besar. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang menyeru kepada petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun” (HR. Muslim). Dengan berdakwah, seorang Muslim tidak hanya menyebarkan kebaikan, tetapi juga mendapatkan pahala jariyah yang terus mengalir.

Dalam Dialog Religi Pagi Pro 1 RRI Purwokerto bersama Ustaz Drs. KH. Mughni Labib, M.Si., menjelaskan modal dakwah yang diambil dari surah Al-Mudatsir ayat 1-7. Beliau menekankan bahwa dakwah memerlukan bekal tertentu agar pesan yang disampaikan membawa manfaat dan diterima dengan baik. Ada lima modal penting yang harus dimiliki seorang pendakwah berdasarkan ayat-ayat tersebut.

Pertama, mengagungkan Allah SWT. Niat berdakwah harus murni untuk meninggikan nama Allah, bukan untuk kepentingan pribadi seperti popularitas atau keuntungan materi. Keikhlasan adalah fondasi utama dakwah. Kedua, menjaga kesucian lahir dan batin. Penampilan yang bersih dan hati yang bebas dari sifat buruk seperti iri dan sombong mencerminkan ketulusan dalam berdakwah. Ketiga, seorang dai harus menjauhkan diri dari maksiat. Keteladanan adalah kekuatan dakwah.

Jika seorang pendakwah tidak menjaga perilakunya, maka pesannya akan kehilangan nilai dan kepercayaan. Keempat, berdakwah tanpa mengharapkan imbalan duniawi. Dalam ayat 6, Allah SWT berfirman, “Dan janganlah engkau memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.” Dakwah yang sejati hanya mengharapkan ridha Allah, bukan penghargaan manusia. Kelima, bersabar menghadapi ujian. Jalan dakwah tidak selalu mudah. Penolakan, kritik, bahkan ejekan adalah ujian yang harus dihadapi seorang dai. Kesabaran dan keteguhan hati sangat penting agar tetap istiqamah dalam menyampaikan kebenaran.

Ustaz Mughni Labib menekankan bahwa dakwah adalah tanggung jawab setiap Muslim sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dengan mengagungkan Allah, menjaga kesucian, menjauhi maksiat, tidak mengharapkan imbalan duniawi, dan bersabar, seorang pendakwah akan mampu menyampaikan pesan kebaikan dengan hikmah dan keikhlasan. Dakwah bukan hanya sarana menyebarkan kebaikan, tetapi juga jalan meraih ridha Allah SWT dan pahala yang tak terputus.

Rekomendasi Berita