Bertahan atau Tinggalkan: Domestic Violence pada Pasangan Muda

  • 10 Mar 2026 07:31 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto : Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) pada pasangan muda sering kali berawal dari ketidaksiapan emosional dan perubahan dari hubungan yang tidak sehat. Curhatnya Pro 2 RRI Purwokerto, kali ini bersama Uswatun Hasanah, S.Psi., M.A., menjelaskan bahwa banyak pasangan terjebak dalam dominasi salah satu pihak karena kurangnya pemahaman tentang batasan yang sehat. "Kekerasan itu bukan hanya fisik, tapi bisa berupa kontrol berlebih yang membuat pasangan merasa tidak berdaya,” ungkap Uswa.

“Faktor pemicu fenomena ini sangat bervariasi, mulai dari masalah ekonomi hingga kegagalan komunikasi dalam mengelola ego. Kemampuan menyelesaikan konflik tanpa kekerasan adalah kunci yang sering kali tidak dimiliki pasangan muda,” lanjutnya.

Salah satu hambatan terbesar korban untuk lepas adalah adanya siklus kekerasan yang manipulatif, di mana pelaku akan meminta maaf setelah berbuat kasar. Hal itu menciptakan harapan palsu yang membuat korban bertahan meski terus disakiti secara berulang.

Uswatun memberikan pandangannya terkait situasi ini, "Siklus minta maaf lalu mengulanginya lagi itu pola yang harus segera diputus sebelum berdampak lebih buruk pada mental". Memutuskan untuk bertahan atau meninggalkan hubungan yang penuh kekerasan adalah dilema yang sangat berat, namun keselamatan diri harus menjadi prioritas

Edukasi tentang kesehatan mental dan kemampuan mengenali emosi sangat diperlukan untuk mencegah KDRT di masa depan. Uswatun Hasanah berpesan untuk generasi muda bahwa, cinta sejati tidak seharusnya menyakiti, dan setiap individu berhak mendapatkan hubungan yang penuh rasa hormat. (Khofifah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....