Hidup Tenang dan Senang: Tips dan Strategi Menurut Islam
- 07 Mar 2026 13:02 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto : Ketenangan hidup merupakan keinginan setiap manusia. Dalam Islam, terdapat banyak ajaran dan prinsip hidup yang bisa membantu manusia mencapai ketenangan jiwa. Maha Baik Allah yang menganugerahi manusia buku pedoman hidup dalam wujud Al-Qur’an, termasuk memuat cara agar hamba-Nya dapat menjalani kehidupan dengan tenang dan bahagia.
Dalam dialog Religi Pagi Pro 1 RRI Purwokerto, kali ini membahas tentang “Meraih Hidup Tenang dan Senang menurut Islam” bersama Ustaz Syaifuddin Kamali.
Pentingnya membaca Al-Qur'an dan berdzikir adalah kunci untuk mendapatkan ketenangan jiwa dan kebahagiaan hidup, seperti firman Allah dalam Al-Qur'an:
"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra’d: 28)
Ayat ini menegaskan hubungan erat antara dzikir (mengingat Allah) dan ketenangan hati. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang penuh tekanan, manusia sering merasa resah dan gelisah. Namun, Allah telah menyediakan solusi sederhana, yaitu membaca Al-Qur’an dan berdzikir.
Menurut Ustaz Syaifuddin, Al-Qur’an bukan sekadar kitab suci, tetapi juga petunjuk hidup yang dapat membawa ketenangan dan kedamaian. Membaca Al-Qur’an secara rutin dapat memberikan manfaat luar biasa, seperti:
- Menghapus dosa dan menambah pahala
Setiap huruf yang dibaca akan diganjar pahala berlipat ganda. - Meningkatkan hubungan dengan Allah
Al-Qur'an adalah firman Allah yang menjadi penghubung antara manusia dan Tuhannya. - Sebagai obat hati dan pikiran
Membaca Al-Qur'an, terutama dalam kondisi hati yang gundah, dapat menjadi terapi spiritual yang menenangkan jiwa.
Beliau juga menekankan pentingnya memahami isi Al-Qur’an, bukan hanya sekadar membaca tanpa merenungkan maknanya. “Semakin kita memahami ayat-ayat-Nya, semakin kita merasa dekat dengan Allah, dan itu akan mendatangkan ketenangan batin,” ujar Ustaz Syaifuddin.
Selain membaca Al-Qur’an, berdzikir juga menjadi cara yang efektif untuk meraih ketenangan jiwa. Dzikir, kata Ustaz Syaifuddin, adalah bentuk pengakuan seorang hamba akan keagungan Allah. Dalam dzikir, seorang Muslim diajak untuk senantiasa mengingat Allah dalam setiap aktivitasnya, baik dengan lisan maupun hati.
Beliau menyebutkan beberapa dzikir yang dianjurkan, seperti:
- Istighfar (memohon ampun kepada Allah) untuk membersihkan hati dari dosa-dosa.
- Tahmid, Tasbih, dan Takbir sebagai bentuk pengagungan dan rasa syukur kepada Allah.
Tahlil (Laa ilaaha illallah) yang menegaskan keimanan seorang hamba kepada Allah sebagai satu-satunya Tuhan.
Dzikir juga dapat dilakukan di berbagai waktu, seperti setelah shalat, sebelum tidur, atau bahkan saat menjalani aktivitas sehari-hari. “Orang yang senantiasa berdzikir akan merasakan cahaya dalam hatinya, sehingga hidupnya menjadi lebih damai,” ungkap beliau.
Sebagai penutup, Ustaz Syaifuddin Kamali mengingatkan bahwa ketenangan sejati hanya bisa diraih dengan mendekatkan diri kepada Allah. Kekayaan, jabatan, atau hal duniawi lainnya tidak akan pernah cukup untuk mengisi kekosongan hati. Namun, dengan membaca Al-Qur'an dan berdzikir, hati akan dipenuhi ketenteraman dan kebahagiaan yang hakiki.
“Jadikan Al-Qur’an sebagai sahabat harianmu dan berdzikirlah sebanyak-banyaknya. InsyaAllah, hidupmu akan lebih tenang, senang, dan penuh berkah,” pesan beliau kepada para pendengar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....