Gerakan Ngapak Berdampak, Sinergi Menangani Isu Sampah
- 07 Mar 2026 09:04 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto : Gerakan Ngapak Berdampak merupakan gerakan yang melibatkan aktif generasi muda dalam menangani isu sampah bermula dari peringkat hulu hingga ke peringkat hilir.
Muhammad Yusuf Habibi, mahasiswa Unsoed, hadir dalam program Sore Ceria Pro 2 RRI Purwokerto. Menurut Habibi, sistem pengurusan sampah di hilir Banyumas sudah baik, kesadaran di tingkat puncak masih perlu ditingkatkan. Ide gerakan ini tercetus oleh Habibi yang menyertai program Zero Waste Adventure Camp anjuran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang menekankan konsep pengurusan sampah sifar atau zero waste.
“Banyumas sudah bagus pengelolaan sampahnya, tapi di hilir, di hulunyq itu masih belum, makanya pengelolaan sampah do Banyumas harus dievaluasi dan anak muda harus dilibatkan," ujarnya.
Habibi menekankan pentingnya mendidik masyarakat untuk menerapkan 3D (Dicegah, Dipilih, Diolah) supaya sampah bisa diselesaikan di tempat di hasilkan. "Idealnya kalau seluruh masyarakat menerapkan prinsip 3D itu, insyaallah kita tuh enggak akan punya problem darurat sampah," lanjutnya
Gerakan Ngapak Berdampak bukan hanya sekadar kegiatan biasa, tetapi bertujuan untuk membina komunitas yang mempunyai kelanjutan ilmu serta kepemimpinan dalam masalah ekologi. Anak Muda diharapkan untuk mulai bertindak memastikan kelestarian alam sekitar untuk masa depan. (Khofifah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....