Bekal Santri di tengah Menghadapi Arus Moderasi Agama

  • 06 Mar 2026 07:19 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto : Di tengah perkembangan zaman yang serba digital, pentingnya menanamkan moderasi agama di kalangan santri. Pentingnya mempunyai cara pandang dalam beragama yang seimbang dan tidak berlebihan di tengah derasnya arus informasi saat ini.

Gus H.M.A. Atiq Nurrobbani, pengasuh Pondok Pesantren Annur Kedungbanteng, hadir dalam program Spada Pro 2 RRI Purwokerto yang membahas topik Penanaman Moderasi Agama di Kalangan Santri. "Moderasi beragama atau wasathiyah merupakan sikap mengambil jalan tengah juga bijaksana dalam menghadapi segala perbedaan," tuturnya. Merujuk pada Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 143, yang menegaskan bahwa menjadi umat yang moderat itu perlu ikhtiar dan campur tangan manusia itu sendiri.

Tantangan terbesar dalam menanamkan sikap moderat di era digital ini yaitu kurangnya pemahaman mendalam pada syariat, yang terkadang membuat orang salah kaprah bahwa moderat bisa mengikis iman. Padahal, moderasi justru bertujuan menjadikan individu sebagai penengah yang adil di tengah perbedaan keberagaman suku dan agama di tanah air.

Nilai-nilai ini tidak hanya diajarkan secara teori di pesantren, tapi juga dipraktikkan langsung dalam sehari-hari. Misalnya, adab makan dan berwudhu yang tidak berlebihan. Dengan sikap yang konsisten, diharapkan para santri tidak terjebak dalam paham radikal maupun liberal, tidak ekstrem kiri maupun kanan, serta yang seimbang dalam mengamalkan ajaran agama.

"Generasi muda itu tidak takut untuk mendekatkan diri dan berdiskusi dengan para alim ulama di pesantren untuk mendapatkan pencerahan yang benar," lanjutnya. Dengan itu, para santri dapat terus disiplin mencari ilmu dan kelas mendidik keluarga dengan nilai-nilai moderasi supaya kerukunan bangsa tetap terjaga. (Khofifah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....