Pentingnya Puasa Pikir di Bulan Ramadhan

  • 03 Mar 2026 07:59 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Di bulan suci ini sudah seharusnya menjadi ajang untuk berbuat kebaikan dan mengendalikan diri dari hal-hal yang negatif. Proses pengendalian diri agar pikiran tidak liar dan tetap positif merupakan konsep dari puasa fikir.

Sejatinya orang berpuasa tidak hanya menahan lapar dan haus saja, tetapi harus mampu untuk mengendalikan pikiran, misalnya berprasangka buruk kepada orang lain ataupun menggibah.

Ustaz Fajar Siddiq, S.Pd., M.Pd, dalam program Cafe Ramadhan Pro 2, memaparkan ada tiga tingkatan puasa, yaitu orang awam, khusus, dan khawasul khawas (sangat khusus). “Jangan sampai puasa kita hanya sekadar menahan makan dan minum saja, kita haris menjaga pikiran agar tidak liar dan tetap positif,” tuturnya.

Hakikat puasa menurut Ustaz Fajar mencakup ketaatan, pelatihan diri (riyadah), dan penyucian jiwa (tazkiyatun nafs). Dengan berpuasa fikir, kita berlatih menghindari overthinking untuk mencapai derajat ketakwaan dan terjaga dari gangguan yang merusak nilai pahala.

“Kunci dari kebersihan hati berada pada kepasrahan hati kepada Allah, dan puasa fikir membantu kita mencapai ketenangan jiwa tersebut,” pungkasnya.

Ramadhan sudah semestinya menjadi momentum pembentukan jiwa yang tenang (mutmainah). Dengan melakukan puasa fikir, diharapkan nilai positif tetap bertahan bahkan setelah bulan suci berakhir. (Khofifah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....