PMI Sokaraja Pastikan Stok Darah Ramadan Aman
- 02 Mar 2026 10:30 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Palang Merah Indonesia Sokaraja memastikan ketersediaan stok darah selama bulan Ramadan dalam kondisi aman, apalagi menjelang lebaran nanti. Bahkan, hingga memasuki hari ketujuh puasa, stok darah tercatat mencapai 1.900 kantong.
Seksi Pelayanan Donor Darah PMI Sokaraja, Nasir, mengatakan pihaknya telah mengantisipasi potensi penurunan jumlah pendonor sejak jauh hari sebelum Ramadan tiba. Langkah tersebut dilakukan guna menjaga stabilitas stok darah di tengah meningkatnya kebutuhan.
“Kalau bicara stok darah, Alhamdulillah sampai hari ini stok kita aman. Kami sudah menyiapkan sejak sebelum puasa dan sudah memprediksi kebutuhan stoknya,” ujarnya saat diwawancarai RRI Purwokerto, Minggu (27/2/2026).
Nasir menjelaskan bahwa dalam kondisi normal, kebutuhan darah di wilayah Banyumas mencapai rata-rata 200 kantong per hari. Golongan darah O menjadi yang paling banyak dibutuhkan, yakni sekitar 80 kantong per hari.
"Disusul golongan A dan B masing-masing 50 kantong, serta AB sekitar 15 kantong per hari," katanya.
Selama Ramadan, jumlah pendonor yang datang langsung ke kantor PMI cenderung menurun.
Kondisi ini dipengaruhi kekhawatiran masyarakat, seperti takut merasa lemas atau menganggap donor darah dapat membatalkan puasa. Untuk mengatasi hal tersebut, PMI Sokaraja menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
Melalui sosialisasi tersebut ditegaskan bahwa donor darah tidak membatalkan puasa. Sebab, banyak masyarakat yang menganggap mendonor akan membuat lemas atau puasanya batal.
"Karena itu kami bekerja sama dengan MUI untuk menyampaikan bahwa donor darah tidak membatalkan puasa,” katanya kembali.
Selain edukasi, PMI Sokaraja juga menyiapkan sejumlah strategi menjaga ketersediaan stok darah. Di antaranya dengan menggelar kegiatan donor massal bekerja sama dengan TNI, Polri, serta berbagai komunitas.
PMI juga menerjunkan empat tim mobile setiap hari untuk melakukan kegiatan jemput bola ke desa-desa dan rumah ibadah, khususnya setelah salat tarawih. Sebagai bentuk apresiasi, PMI turut menyediakan menu spesial Ramadan bagi para pendonor.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat untuk tetap berdonor selama bulan puasa. Nasir mengakui, tantangan justru diperkirakan muncul setelah Lebaran.
Pasalnya, masyarakat masih disibukkan dengan agenda silaturahmi sehingga kegiatan donor darah di desa-desa cenderung belum aktif kembali. Untuk itu, PMI akan mengoptimalkan pelayanan di kantor dengan berbagai pendekatan agar masyarakat tetap bersedia mendonor.
PMI Sokaraja pun mengajak masyarakat Banyumas untuk tidak ragu berdonor darah selama Ramadan. Selain bernilai ibadah dan kepedulian sosial, donor darah juga bermanfaat bagi kesehatan.
“Pasien tidak bisa menunggu puasa selesai. Ibu melahirkan atau pasien thalasemia membutuhkan darah saat itu juga. Jangan khawatir, donor tidak membatalkan puasa dan bisa dilakukan malam hari,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....