Jalan Setapak, Kisah Gilang yang Mengubah Ketidakmungkinan Menjadi Nyata
- 26 Feb 2026 10:41 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Buku berjudul “Jalan Setapak” karya Gilang Tri Ananda, yang merupakan refleksi perjalanan hidupnya selama lima tahun, juga termasuk pengalamannya menempuh dua jurusan kuliah sekalgus di bidang pertanian dan perternakan. “Jalan Setapak” merupakan buku pertama dari Gilang.
Berawal dari momen kejenuhan ketika mengerjakan skripsi, Gilang mengubah rasa lelahnya menjadi sebuah karya tulis yang memotivasi. Gilang menjabarkan pentingnya mentalitas pejuang bagi mahasiswa, karena menurutnya, “Limitmu belum sampai di situ, ayo perjuangkin lagi, semangatin lagi,” tuturnya.
Pesan utama yang diusung dalam isi bukunya yaitu “Jika kalah adalah takdirmu, berikan perlawanan yang terbaik.” Prinsip itu menekankan betapa pentingnya memberikan usaha yang maksimal dalam setiap proses, karena bagi Gilang kadang kala mendapatkan hasil itu terasa biasa saja, tetapi prosesnya itu membentuk kita.
Selain menulis, pemuda yang berasal dari Purbalingga ini mendedikasikan dirinya pada dunia literasi melalui MD Creative Space. Gilamg menyediakan perpustakaan gratis guna mendekatkan akses buku untuk anak-anak desa.
Ia percaya bahwa buku merupakan kunci perubahan pola pikir, sebagaimana ia menyampaikan, “Orang-orang hebat pada zaman dulu itu, walaupun akses buku susah, mereka bisa jadi orang hebat karena bacaan bukunya,” ujarnya.
Dengan karya dan aksi nyatanya, Gilang membuktikan bahwa keterbatasan tidak menjadi penghalang untuk berprestasi.. Ia mengajak generasi muda untuk lebih berani melangkah di “Jalan Setapak” masing-masing dengan penuh komitmen juga keberanian untuk mencoba hal-hal baru tanpa rasa takut akan kegagalan. (Khofifah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....