Akar Bunga Kencana Ungu Berpotensi Cegah Kerusakan Ginjal akibat Diabetes

  • 26 Feb 2026 09:02 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Kencana ungu (Ruellia tuberosa L.) merupakan salah satu tanaman berbunga yang termasuk dala famili Acanthaceae. Tanaman ini banyak tumbuh liar di pinggir jalan, semak-semak, padang rumput, hingga area persawahan. Kemampuannya beradaptasi membuat tanaman ini mudah tumbuh di tanah yang subur dan lembap, terutama wilayah tropis seperti Indonesia sehingga relatif mudah dibudidayakan.

Kencana ungu memiliki bunga berbentuk terompet dengan warna dominan ungu. Dalam bahasa Inggris, tanaman ini dikenal dengan sebagai ruellias atau wild petunias. Selain dimanfaatkan sebagai tanaman hias karena keindahan bunganya, kencana ungu juga diketahui memiliki berbagai kandungan senyawa bioaktif yang berpotensi memiliki manfaat bagi kesehatan.

Seiring berkembangnya penelitian di bidang kesehatan, potensi kencana ungu sebagai tanaman obat mulai dikaji secara ilmiah. Hal ini didasarkan pada artikel ilmiah berjudul “Ruellia tuberosa L. Extract Improves Histopathology and Lowers Malondialdehyde Levels and TNF Alpha Expression in the Kidney of Streptozotocin-Induced Diabetic Rats”

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak akar Ruellia tuberosa mampu menurunkan kadar Malondialdehyde (MDA) pada ginjal tikus diabetes secara signifikan. MDA merupakan penanda stres oksidatif atau kerusakan sel akibat radikal bebas. Pada kondisi diabetes, kadar MDA meningkat tajam, tetapi setelah pemberian ekstrak terjadi penurunan selama 21 hari lebih dari 50 persen pada dosis optimal.

Penelitian juga menemukan penurunan ekspresi tumor necrosis factor – alpha (TNF alpha) yaitu protein yang memicu peradangan. Selain itu, struktur jaringan ginjal yang rusak akibat diabetes menunjukkan perbaikan setelah pemberian ekstrak.

Secara keseluruhan, ekstrak Ruellia tuberosa dinilai memiliki efek antioksidan dan antiinflamasi yang dapat membantu melindungi ginjal pada kondisi diabetes. Meski demikian, penelitian ini masih dilakukan pada hewan sehingga perlu diuji klinis pada manusia untuk memastikan keamanan dan manfaatnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....