Merendah untuk Meraih Derajat Tinggi di Sisi Allah
- 21 Feb 2026 10:33 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto : Memasuki bulan Ramadan, sudah seharusnya kita renungkan kembali hakikat ibadah yang sebenarnya tidak hanya menahan lapar dan dahaga. Dalam dialog Cafe Ramadan yang berjudul “Merendah untuk Meninggi”, menjelaskan bahwa bulan puasa merupakan waktu yang tepat bagi umat Islam untuk merendahkan ego dan hati demi meraih derajat taqwa yang lebih tinggi.
“Inti dari menjalankan ibadah puasa yakni melatih diri sepenuhnya pada ketaatan perintah Allah SWT, usaha menjauhi sifat pamer terselubung yang seringkali menjadikan kesombongan dalam beramal. Puasa merupakan metode efektif untuk merendahkan diri kepada Allah SWT,” ungkap Irham M. Azama, Lc., M.A., dosen FEB UMP dalam dialog Café Ramadan Pro 2.
Mengutip dari surah Al-Baqarah ayat 183 dan Al-Qashash ayat 83 untuk menegaskan bahwa derajat tinggi di akhirat bukan diperuntukkan untuk mereka yang menyombongkan diri atau membuat kerusakan di muka bumi. Kesombongan seringkali muncul dalam ibadah melalui keinginan untuk mendapatkan suatu pengakuan dari sesama manusia.
“Kesombongan yang dilarang keras yakni sikap merendahkan orang lain dan menolak kebenaran. Setiap Muslim diingatkan agar dapat menjaga hatinya dari penyakit riya, terutama pada saat melakukan ibadah tambahan seperti tadarus Al-Quran dan shalat tarawih supaya pahala yang didapat tidak hilang dengan sia-sia,” jelasnya.
Sikap tawadhu membawa keberhasilan, sedamgkan kesombongan membawa kehancuran. Keberhasilan ibadah di bulan ramadhan diukur dengan sejauh mana seorang mampu berubah menjadi pribadi lebih baik yang bertaqwa dan selalu rendah hati. Puasa merupakan hubungan antara hamba dengan Penciptanya yang tidak perlu dipamerkan kepada orang lain, umat Islam diharapkan dapat meraih derajat tinggi sebagai muttaqin di akhir perjalanan bulan suci ramadhan yang berkah ini. (Khofifah)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....