Moderasi Beragama: Merangkul Perbedaan, Menjaga Kerukunan Bangsa
- 06 Feb 2026 08:50 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto: Moderasi beragama menjadi kunci penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk. Di tengah keberagaman suku, budaya, dan keyakinan, sikap moderat diperlukan agar perbedaan tidak berubah menjadi konflik, melainkan menjadi kekuatan persatuan bangsa.
Indonesia tidak hanya terdiri dari agama-agama besar, tetapi juga memiliki 23 aliran penghayat kepercayaan, dengan 14 diantaranya masih aktif. Moderasi beragama hadir untuk merangkul seluruh elemen tersebut, sejalan dengan nilai Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu.
Dalam Special Talk Spada Pro 2 hadir Yosua Julianto SE dari FKUB Banyumas, menjelaskan bahwa moderasi beragama dapat dimulai dari sikap sederhana dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan sekolah dan kampus. “Sikap asor atau rendah hati menjadi dasar penting, yakni tidak merasa paling benar dan mau menghargai perbedaan yang ada di sekitar,” ungkapnya.
Di era digital, tantangan moderasi semakin besar. Penyebaran informasi di media sosial yang tidak utuh kerap memicu kesalahpahaman. Beberapa isu keagamaan yang viral, termasuk peristiwa lama yang kembali diangkat tanpa konteks, menunjukkan pentingnya sikap bijak dan moderat dalam menyikapi informasi, terlebih di tengah maraknya konten berbasis kecerdasan buatan yang tampak semakin nyata.
Sementara itu, Novi Aji Ketua PKUB Kementrian Agama Banyumas menegaskan bahwa moderasi beragama merupakan bekal dasar dalam berinteraksi sosial. “Tanpa moderasi, manusia akan terjebak pada sikap individual, padahal kehidupan berbangsa menuntut kemampuan hidup bersama dalam perbedaan, baik di dunia pendidikan maupun dunia kerja. Moderasi juga berperan meminimalisir konflik dan praktik perundungan,” jelasnya.
Moderasi beragama menjadi pengingat bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa lepas dari perbedaan. Dengan sikap seimbang teguh dalam keyakinan, namun menghormati orang lain kehidupan masyarakat dapat berjalan lebih harmonis.
Moderasi beragama, diharapkan Indonesia tetap rukun dan damai. Jika perbedaan muncul, maka musyawarah dan dialog harus dikedepankan, demi menjaga persatuan dan keharmonisan bangsa. (Silma)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....