Gen Z Wajib Care Mangrove

  • 06 Feb 2026 08:21 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Pantai dan laut menjadi salah satu destinasi wisata yang paling diminati masyarakat. Namun di balik pesonanya, kawasan pesisir Indonesia justru menghadapi berbagai persoalan serius, mulai dari sampah plastik, abrasi, hingga kerusakan ekosistem laut. Kondisi ini diperparah dengan meningkatnya aktivitas wisata yang belum sepenuhnya dibarengi dengan kesadaran menjaga lingkungan.

Dalam Special Talk Spada Pro 2 hadir aktivis mangrove Pantai Kebumen, Andira Darmawanti Sukami, menyebut bahwa persoalan yang dihadapi pantai saat ini merupakan masalah yang saling berkaitan. Sampah plastik yang menumpuk di kawasan pesisir tidak hanya mencemari pantai, tetapi juga merusak ekosistem laut. “Masalahnya kombinasi, mulai dari sampah plastik, abrasi, sampai kerusakan ekosistem. Karena pantai jadi sektor wisata paling diminati, justru sampah semakin banyak,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Putri Eka Sari, S.I.Pol, aktivis mangrove Pantai Kebumen lainnya. Menurutnya, sampah plastik di pantai membawa dampak besar bagi laut, bahkan dapat memperparah bencana alam. “Sampah plastik bisa merusak biota laut dan memperkeruh dampak bencana, termasuk saat tsunami,” jelas Putri.

Meski demikian, masih banyak anak muda yang menganggap menjaga lingkungan sebagai hal yang rumit. Menanggapi hal tersebut, Andira menegaskan bahwa langkah kecil justru memiliki dampak besar. “Hal paling sepele tapi penting adalah mengurangi plastik sekali pakai dan tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya. 

Dalam konteks pariwisata, kedua aktivis menilai bahwa aktivitas wisata bisa menjadi pisau bermata dua. Pariwisata dapat membantu menjaga lingkungan jika dikelola secara berkelanjutan. Namun tanpa pengelolaan dan kesadaran, wisata justru berpotensi merusak ekosistem pantai. Putri menyoroti pentingnya konsep ekonomi hijau, di mana kegiatan wisata tidak hanya mengejar keuntungan ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Peran masyarakat lokal juga dinilai sangat krusial dalam upaya pelestarian mangrove dan pesisir. Tanpa keterlibatan masyarakat, usaha menjaga lingkungan akan sulit berjalan optimal. Selain itu, pemanfaatan media sosial menjadi strategi penting dalam kampanye lingkungan, terutama untuk menjangkau Gen Z. Platform seperti TikTok dapat menarik perhatian Gen Z melalui konten sederhana dan edukatif.

Pada akhirnya, laut dan pantai bukan sekadar warisan nenek moyang, melainkan titipan bagi generasi mendatang. Apa yang dilakukan hari ini akan menentukan kondisi lingkungan di masa depan. Dengan kesadaran kolektif, langkah sederhana dari Gen Z, pengelolaan wisata berkelanjutan, serta dukungan masyarakat dan media sosial, upaya menjaga mangrove dan pesisir dapat terus berlanjut. (Dinda)


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....