Begini Cara Umat Muslim Mengoptimalkannya Kehadiran Bulan Sya’ban
- 25 Jan 2026 12:05 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID,Purwokerto: Memasuki bulan Sya'ban, umat Muslim sering kali terjebak dalam euforia persiapan fisik menyambut Ramadan namun melupakan esensi spiritual di bulan tersebut. Padahal, Sya'ban merupakan momentum krusial untuk "pemanasan" batin sebelum memasuki bulan sucii.
Dalam dialog interaktif Mutiara Pagi Pro 1 RRI Purwokerto, Minggu, 25 Januari 2026 narasumber Ustadz Dr. Shofiyulloh, M.HI, memaparkan strategi jitu dalam meningkatkan kualitas ibadah di bulan yang sering disebut sebagai bulan yang terlupakan ini.
Menurut Ustadz Shofi posisi bulan Sya'ban yang menjepit antara dua bulan mulia yakni Rajab dan Ramadan sering kali membuat manusia lalai.
"Rasulullah SAW bersabda bahwa Sya'ban adalah bulan di mana amal-amal manusia diangkat kepada Allah SWT. Maka, sangat elok jika saat amal kita dilaporkan, kita sedang dalam kondisi beribadah atau berpuasa," ujar Ustadz Shofi.
Menurut Ustadz Shofi, ada beberapa poin utama yang bisa dilakukan masyarakat untuk mendulang pahala di bulan Sya'ban. Ia menyarankan umat muslim untuk melakukan berbagai cara seperti memperbanyak Puasa Sunnah, yang meniru kebiasaan Rasulullah yang paling banyak berpuasa di bulan Sya'ban dibanding bulan-bulan lainnya (selain Ramadan). Hal ini menurutnya sebagai bentuk latihan fisik dan mental menjelang Radmahan.
“ Selain itu sya’ban ini kan bulan dan waktu yang tepat untuk membersihkan hati dari residu maksiat, sehingga saat masuk Ramadan, hati sudah dalam keadaan zero point (bersih) dengan cara memperbanyak dzikir, “ Tambah Ustadz Shofi.
Selain itu Ustadz Shofi menambahkan bahwa bulan Sya'ban adalah Syahrul Qurra' atau bulannya para pembaca Al-Qur'an. Untuk itu ia menghimbau umat Islam sebaiknya mulai mencicil tadarus agar target khatam di bulan Ramadan bisa tercapai .
“ Yang penting juga yakni menyambung silaturahmi, misal menyelesaikan urusan atau perselisihan dengan sesama manusia agar ibadah di bulan Ramadan lebih tenang tanpa beban sosial, atau ibarat seorang atlet yang akan bertanding di olimpiade, Sya'ban adalah masa pelatihannya. Jangan harap kita bisa maksimal di Ramadan jika di Sya'ban kita masih bermalas-malasan," tegas Ustadz Shofi.
Dibagian akhir dialog Ustadz Shofi mengingatkan bahwa ibadah di bulan Sya'ban tidak harus selalu bersifat monumental, namun konsistensi (istiqomah) adalah kuncinya. Meskipun sedikit, namun jika dilakukan rutin, itu lebih dicintai Allah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....