Menemukan Cahaya di Tengah Masalah, Pentingnya Self-Awareness

  • 19 Jan 2026 07:26 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Setiap manusia pasti berhadapan dengan masalah dalam hidupnya. Masalah tersebut bisa bersifat personal, seperti konflik diri dan keluarga, maupun bersifat sosial yang berkaitan dengan kondisi masyarakat hingga situasi politik. Di tengah kompleksitas persoalan tersebut, menemukan cahaya atau harapan menjadi kebutuhan penting agar seseorang tidak larut dalam tekanan yang berkepanjangan.

Dalam dialog Ruang Psikologi Pro 1 RRI Purwokerto, tema besar yang diangkat adalah bagaimana menemukan harapan di tengah masalah yang sedang dihadapi. Menariknya, permasalahan ini tidak selalu berkaitan dengan persoalan pribadi semata. Banyak individu datang dengan kegelisahan yang bersumber dari kondisi sosial dan politik yang mereka rasakan berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari.

Psikolog Imam Faisal H., S.Psi., M.A. menjelaskan bahwa langkah awal untuk menemukan cahaya di tengah masalah adalah dengan membangun self-awareness atau kesadaran diri. Menurutnya, self-awareness membantu seseorang menyadari ketakutan, kecemasan, dan kekhawatiran yang sedang dialami. Tanpa kesadaran diri, arah langkah hidup menjadi kabur karena individu tidak memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi dalam dirinya.

Ia mengibaratkan kondisi tersebut seperti seseorang yang sedang sakit, tetapi tidak mau mengakui bahwa dirinya sakit. Tanpa pengakuan dan kesadaran, proses pemulihan tidak akan pernah dimulai. Hal yang sama berlaku dalam persoalan psikologis dan emosional, di mana menyadari dan menerima adanya masalah merupakan langkah awal yang sangat penting.

Lebih lanjut, Imam Faisal menekankan pentingnya kecerdasan emosional sebagai bagian dari self-awareness. Salah satu caranya adalah dengan mengenali emosi yang sedang muncul. Misalnya, ketika seseorang merasa kesal, marah, atau sedih, ia perlu menyadari emosi tersebut tanpa menyangkalnya. Dengan mengenali emosi, individu dapat merespons situasi dengan lebih sehat dan terkendali.

Dalam praktiknya, masih banyak orang yang menganggap dirinya telah melakukan self-awareness, padahal masih berada dalam kondisi penyangkalan atau denial. Mereka belum sepenuhnya menerima masalah yang dihadapi. Dalam situasi seperti ini, lingkungan yang aman menjadi sangat penting. Tidak selalu harus memberikan pendapat atau solusi, tetapi cukup menghadirkan rasa aman agar seseorang merasa didengar dan diterima.

Imam Faisal juga mengingatkan bahwa tidak semua orang mampu atau siap datang ke psikolog. Oleh karena itu, peran orang-orang terdekat menjadi penting untuk membuka ruang dialog yang aman dan tidak menghakimi. Kehadiran yang empatik dapat menjadi jembatan awal sebelum seseorang berani mencari bantuan profesional.

Diskusi ini menegaskan bahwa menemukan cahaya di tengah masalah bukanlah tentang menghilangkan persoalan secara instan, melainkan tentang keberanian untuk menyadari, menerima, dan memahami diri sendiri.

Dengan self-awareness yang baik, seseorang dapat melangkah lebih jelas, menemukan harapan, dan perlahan membangun ketahanan mental dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. (Silma)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....