Kabeaushé, merilis single baru yang penuh keberanian.

  • 31 Des 2025 15:35 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Purwokerto : Musisi pop asal Nairobi yang kini berbasis di Berlin, Kabeaushé, merilis single barunya yang penuh keberanian berjudul “I DON’T NEED YOU, SO YOU COULD TELL ME IF I’M GUD”. Lagu ini menjadi cuplikan pertama dari album keduanya yang sangat dinantikan, IGGY SWAGGERING UNGRATEFUL INCESSANT LITTLE PEEEAAAAAAAA.

Lagu ini adalah karya funk yang megah dan penuh energi, menampilkan ciri khas Kabeaushé: suara berlapis-lapis, paduan bunyi spinet (alat musik kuno mirip harpsichord) yang megah, serta potongan sampel yang saling bertubrukan dalam harmoni yang unik. Ini seperti perpaduan gaya Baroque dengan hip-hop — sentuhan klasik yang halus bertemu dengan kekacauan modern yang dinamis. Dirilis 31 Oktober 2025 lalu.

“Lagu ini banyak terinspirasi dari musik Baroque, terutama musik Prancis abad ke-17,” Kata Kabeaushé. “Saya mulai tertarik dengan musik klasik setelah tampil bersama Berlin Komische Oper, tapi jauh sebelum itu saya sudah menyukai bunyi harpsichord (clavecin) dalam musik Prancis. Bunyinya terasa menyenangkan namun tetap anggun.” Jelasnya.

Lagu ini memperkenalkan karakter bernama Herr Iggy, seorang penguasa egois dari kerajaan fiksi Doerf Kingdom tokoh yang terinspirasi dari ketertarikan Kabeaushé terhadap film Barry Lyndon karya Stanley Kubrick. ia mengungkapkan, “Saya sangat menyukai kostum, narasi, dan pilihan musik Kubrick. Dia selalu memakai musik klasik… dari situlah semuanya dimulai. Ide tentang Herr Iggy sudah saya pikirkan sejak tahun 2020.”

Single ini juga dilengkapi dengan video hitam-putih bergaya sinema Jerman tahun 1920-an, terinspirasi dari film klasik seperti The Cabinet of Dr. Caligari dan Dr. Mabuse. Karya ini menjadi pembuka dari sebuah kisah sinematik tentang kekuasaan, megalomania, dan siklus kejatuhan serta kebangkitan.

Kabeaushé (Kabochi Gitau) menciptakan pusaran gaya musik yang memikat, menggabungkan pengaruh dari Nairobi hingga Berlin, dari musik Baroque Prancis hingga hip-hop, dari film blaxploitation hingga karya seni Jean-Michel Basquiat. Sebagai penyanyi, rapper, dan produser, ia telah membuat musik rap dan elektronik sejak tahun 2015, bekerja sama dengan kolektif kreatif asal Uganda, Nyege Nyege, serta merilis album The Coming Of Gaze di label Hakuna Kulala (2023).

Album debutnya yang mendapat banyak pujian, Hold On To Deer Life, There’s A Black Boy Behind You! (Monkeytown Records, 2023), membuatnya meraih Polyton Music Prize dan VIA VUT Award pada tahun 2024. Musiknya juga telah digunakan dalam serial seperti “Queenie” dan “How To Sell Drugs Online (Fast).”


Dikenal dengan penampilan panggung yang mentah dan teatrikal, Kabeaushé telah tampil di berbagai festival besar di Eropa dan Afrika, termasuk Roskilde, Rock En Seine, Reeperbahn Festival, Colors of Ostrava, dan The Great Escape.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....