Jaga Diri dan Malu: Kunci untuk Meningkatkan Iman

  • 26 Nov 2025 08:43 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Purwokerto : Jaga diri dan malu adalah dua akhlak yang sangat penting dalam Islam. Jaga diri berarti menjaga diri dari perbuatan yang tidak baik, sedangkan malu berarti merasa tidak nyaman ketika melakukan perbuatan yang tidak baik. Kedua akhlak ini sangat penting untuk meningkatkan iman kita.

Sebagai seorang muslim, pastinya Anda pernah mendengar suatu hadits yang berbunyi al-haya'u minal iman yang memiliki arti malu adalah sebagian dari iman. Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim ini menjadi suatu pengingat bahwa rasa malu adalah hal yang harus dimiliki oleh setiap pribadi muslim di dunia ini.

Banyak dari manusia yang awalnya memiliki citra dan derajat yang baik, tetapi karena ia tidak memiliki rasa malu dalam dirinya, ia terperosok ke dalam perbuatan hina yang merendahkan harga dirinya sendiri. Untuk dapat terhindar dari segala macam perbuatan dan omongan yang kelak dapat merugikan diri sendiri, seorang muslim yang baik harus eling dan memiliki rasa malu.

Berkaitan dengan hal ini, dibahas dalam Dialog Religi Pagi Pro 1 bersama Ustaz K.H. Mintaraga Eman Surya, Lc.,MA, untuk dapat membagi ilmunya kepada pendengar RRI. Beliau juga merupakan seorang dosen Pendidikan Agama Islam di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).

“Allah SWT. memberi rasa malu kepada manusia untuk dapat menghindari kita dari hal-hal yang dapat merendahkan atau menjatuhkan derajat kemuliaan kita," ucapnya kepada pemirsa Religi Pagi.

“Malu yang dimaksud di sini ialah bukan malu untuk berbuat kebaikan, melainkan malu untuk berbuat tidak baik,” jelasnya.

Beliau juga berkata bahwa rasa malu ini didapatkan dengan adanya kesadaran atau eling kepada Allah SWT. Kesadaran akan kemampuan-Nya yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui, dan Maha Melihat.

“Jika sudah begitu, maka kita pun dapat dituntun untuk dapat menjaga apa yang ada dalam batin dan pikiran kita, maupun yang kita ucapkan serta lakukan. Rasa malu ini nantinya akan membuat kita untuk terus mengingat mati dan memprioritaskan akhirat,"ucapnya. Adanya kerendahan hati dan mengimani kebesaran Allah SWT. dapat menuntun diri kita untuk terus berada dalam jalan-Nya yang benar,” lanjutnya.

Setelah rasa malu dapat kita miliki, maka kita pun dapat menjemput hidayah atau petunjuk dalam hidup. “Hidayah tersebut nantinya akan memberi petunjuk dan bimbingan berdasarkan isi Al-Qur’an dan sunnah. Kemudian kita juga akan diberi petunjuk untuk dapat mempelajari isinya, istiqamah dalam menjalankannya, lalu kesadaran untuk dapat membagi ilmunya kepada orang lain dan mengajak mereka untuk sama-sama mengamalkannya,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....