Psikolog, Keberanian Ambil Risiko adalah Kunci Pertumbuhan Pribadi

  • 28 Jun 2025 17:33 WIB
  •  Purwokerto

BRN,Purwokerto : Dalam kehidupan, setiap orang dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit. Tak jarang, keberhasilan besar justru datang dari keputusan untuk keluar dari zona nyaman dan berani mengambil risiko. Menurut Imam Faisal Hamzah, S.Psi, MA dosen sekaligus psikolog dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), keberanian mengambil risiko adalah tanda kedewasaan mental dan kesiapan untuk tumbuh.

“Banyak orang stagnan bukan karena tidak mampu, tapi karena takut gagal. Padahal, risiko adalah bagian penting dari proses belajar dan berkembang,” jelas Imam saat mengisi acara Ruang Psikologi Pro 1 RRI Purwokerto beberapa waktu lalu.

Imam menjelaskan bahwa keberanian mengambil risiko tidak berarti bertindak ceroboh, melainkan mampu membuat keputusan dengan perhitungan dan kesiapan mental.

“Orang yang berani mengambil risiko biasanya memiliki kepercayaan diri yang baik, fleksibilitas berpikir, dan kesiapan menghadapi kemungkinan terburuk,” Tambah Imam.

Lebih lanjut, Imam menyoroti tiga manfaat utama dari berani mengambil risiko, yakni mulai dari mampu membuka Peluang Baru, mampu meningkatkan reseliensi mental hingga mampu menumbuhkan rasa percaya diri.

“Kesempatan besar sering datang dalam bentuk ketidakpastian. Jika kita tidak berani melangkah, kita akan melewatkan banyak peluang emas dalam hidup, ini juga merupakan fondasi dari mental yang Tangguh, dan setiap kali kita berhasil melalui risiko, sekecil apa pun, kita akan merasa lebih yakin terhadap kemampuan diri sendiri,” kata Imam.

Dalam konteks dunia pendidikan dan karier, Imam mendorong mahasiswa dan generasi muda untuk tidak takut mencoba hal-hal baru. Ia mencontohkan banyak wirausahawan dan pemimpin hebat yang awalnya hanyalah individu biasa yang berani mengambil langkah besar di saat orang lain ragu.

“ Jadi intinya adalah keberanian seseorang sering kali tumbuh dalam lingkungan yang suportif. Maka dari itu, mari kita saling mendukung, bukan menjatuhkan, ketika ada orang di sekitar kita yang sedang berproses,” tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....