Rumah adalah “Tempat Pulang Kita yang Sesungguhnya“
- 31 Mei 2025 07:43 WIB
- Purwokerto
KBRN,Purwokerto : Dalam kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tekanan, rumah tidak sekadar menjadi bangunan fisik tempat kita berteduh, melainkan juga simbol keamanan, kenyamanan, dan identitas diri. Psikolog dari Purwokerto Poppy Nentha Benita.,S.Psi Psikolog dalam acara Ruang Psikologi Pro 1 RRI Purwokerto beberapa waktu lalu mengatakan, rumah memiliki makna yang jauh lebih dalam, Ia adalah tempat pulang secara emosional, tempat di mana seseorang merasa diterima, dipahami, dan bisa menjadi dirinya sendiri tanpa topeng.
“Rumah yang hangat dan mendukung memungkinkan anak-anak tumbuh dengan rasa percaya diri, stabil secara emosi, dan mampu membangun hubungan yang sehat di masa depan, dan bagi orang dewasa, rumah yang nyaman dapat menjadi tempat untuk mengisi ulang energi setelah berhadapan dengan stres dunia luar,“ Kata Poppy.
Masih menurut Poppy, secara psikologis manusia membutuhkan ruang di mana mereka bisa menjadi autentik tanpa harus berpura-pura. Rumah menjadi ruang personal di mana seseorang dapat mengekspresikan emosi, keinginan, dan bahkan kelemahan, tanpa takut dihakimi.
”Ini penting untuk menjaga kesehatan mental dan keseimbangan psikologis, dalam rumah yang sehat secara emosional, setiap individu merasa dihargai dan memiliki kebebasan untuk mengekspresikan diri,” Lanjut Poppy
Poppy menambahkan, Identitas seseorang sering kali terbangun dari lingkungan tempat ia tumbuh. Rumah bukan hanya tempat tinggal, tapi juga menyimpan nilai, budaya, kebiasaan, bahkan kenangan.
”Semua itu membentuk narasi pribadi yang menjadi bagian dari jati diri seseorang. Ketika seseorang merasa tidak punya rumah, seringkali bukan hanya karena tidak memiliki tempat fisik, tapi karena kehilangan rasa memiliki dan koneksi emosional,” Sambung Poppy.
Masih menurut Poppy, dalam psikologi, rumah tidak selalu merujuk pada bangunan. Rumah bisa berarti orang-orang yang membuat kita merasa diterima. Rumah bisa berupa komunitas, hubungan, atau bahkan tempat yang memberi ketenangan batin. Maka tak heran, banyak orang mengatakan,"rumah adalah di mana hati berada."
”Jadi, Rumah itu adalah tempat pulang yang sejati , bukan hanya karena atap di atas kepala, tapi karena rasa aman, cinta, dan penerimaan yang menyertainya, dan di tengah dunia yang terus berubah, memiliki rumah secara emosional adalah salah satu kebutuhan paling mendasar bagi kesejahteraan mental manusia” Tutup Poppy.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....