DEMA UIN SAIZU Rayakan Hardiknas Melalui Aksi Anak Bangsa
- 07 Mei 2025 13:49 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banyumas : Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2025, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) Purwokerto mengadakan kompetisi esai nasional bagi mahasiswa bertemakan Forum Kebijakan Pendidikan. Kompetisi nasional tersebut tentunya dijadikan sebagai ajang untuk menuangkan berbagai ide dan gagasan para mahasiswa mengenai perhatian mereka soal pendidikan Indonesia saat ini.
Untuk dapat berbincang lebih lanjut mengenai kompetisi tersebut, hadir 3 orang perwakilan dari DEMA UIN SAIZU, yaitu Salsabila Azzahra Khoirunnisa, Ramadhan Azkiya Saliem, dan Oktaviani Indriatin. Ketiganya sama-sama memiliki posisi sebagai staf ahli Kementerian Pendidikan Riset dan Teknologi di DEMA UIN SAIZU.
Sebagai obrolan pembuka, mereka menyampaikan kekhawatiran akan kondisi pendidikan di Indonesia yang masih perlu banyak dibenahi dan dievaluasi. “Antara pemerintah dan pengajar itu harus seimbang dalam mengelola pendidikan. Artinya mereka harus sama-sama berperan sesuai tupoksi agar kondisi pendidikan nasional dapat lebih baik”, ucap Ramadhan.
Atas perhatian tersebut, mereka pun menjalankan program kerja berupa kompetisi esai nasional yang harapannya dapat mewadahi berbagai gagasan inovatif dari para generasi muda khususnya mahasiswa. “Untuk proker ini kebetulan baru diadakan di kabinet kita yaitu Kabinet Labuh Jejek. Saat ini sedang berlangsung kompetisinya, para peserta sedang mengirimkan karyanya ke online submission kami”, tutur Salsa.
“Untuk tahap penjuriannya itu dilakukan sedari sekarang dan di tanggal 11 Mei nanti akan dilakukan presentasi untuk penentuan juara utamanya. Baru pada saat malam puncak, juara satu akan kembali mempresentasikan hasil karyanya lagi di tanggal 24 Mei”, tambah Ramadhan.
Mereka berkata pemilihan format esai dalam kompetisi mereka agar tulisan tersebut dapat lebih menjangkau masyarakat luas. Sebab esai memiliki pilihan diksi yang lebih mudah dan ringan. Sistem penulisannya pun tidak sesulit artikel atau jurnal yang mungkin hanya akan menarik atensi para akademisi saja.
Selain program kerja kompetisi esai nasional tersebut, pada bulan Ramadan kemarin, mereka juga baru mengadakan program Educare. Program tersebut adalah program mengajar anak-anak yang sekolahnya masih kekurangan tenaga pengajar.
Ramadhan pun mengungkapkan bahwa kabinetnya memiliki coming soon proker, “kami juga sedang merencanakan program kerja di masa yang akan datang, yaitu antalogi buku. Jadi nanti kami akan menggabungkan tulisan-tulisan orang mengenai tema tertentu ke dalam 1 karya buku”. Harapannya proker mereka dapat lebih melatih kemampuan kepenulisan banyak orang, terutama mahasiswa.
Sebagai penutup, sejatinya mahasiswa adalah generasi penerus bangsa yang nantinya akan membawa perubahan dan perkembangan mengenai nasib nasional. Penting bagi tiap individu untuk dapat memupuk pemikiran kritis dan aksi nyata sedari dini, agar ke depannya dapat membawa masa depan yang lebih cerah terutama dalam aspek pendidikan. (Nur)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....