Sering Digunakan, Ternyata Ini Sejarah Awal Mula Sajadah

  • 25 Mar 2025 16:00 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Purwokerto: Sajadah menjadi alat ibadah bagi umat Islam. Sajadah merupakan satu lembar kain yang digunakan oleh umat Muslim dalam menjalankan ibadahnya.

Ukuran sajadah sendiri sangatlah beragam, umumnya memiliki lebar dan panjang yang disesuaikan. Tentu dengan ukuran postur tubuh kita ketika bersujud.

Dilansir berbagai sumber, kata sajadah berasal dari bahasa Arab yakni sajjadah. Artinya alat ibadah berupa satu lembar kain atau karpet yang digunakan oleh umat Muslim.

Beberapa juga denominasi Kristen, dan umat Bahaʼi dalam menjalankan ibadahnya. Sajadah sendiri biasanya diletakkan di atas tanah atau lantai sebagai alas salat.

Alas tersebut digunakan saat sujud dan duduk, hal ini dilakukan agar terhindar dari najis. Fungsi sajadah yang paling utama adalah menjaga kesucian dalam salat dan sepatu harus dilepas saat menggunakannya.

Banyak sajadah dibuat oleh tukang tenun di pabrik. Desain sajadah umumnya menggambarkan asal wilayah dan penenunnya.

Sajadah umumnya dihiasi dengan bentuk-bentuk dan pola geometris. Selain itu, sajadah juga dihiasi dengan gambar yang mencerminkan markah tanah Islam, seperti Ka'bah.

Tidak hanya itu, sajadah sering dihiasi dengan simbol-simbol keagamaan yang berfungsi sebagai alat bantu untuk mengingat. Tetapi haram memuat gambar makhluk bernyawa.

Sajadah sendiri banyak ditemukan di daerah Asia Tengah dan Barat. Awal mula terbuatnya sajadah yakni pada masa Nabi Muhammad SAW yang berdoa di atas Khumrah atau tikar.

Pada saat litu tikar tersebut diketahui terbuat dari daun palem. Dan digunakan sebagai alas untuk kebersihan tempat untuk berdoa dan salat.

Nabi Muhammad SAW berkata sajadah tidaklah hal yang wajib ada, sebagaimana yang dikatakan Nabi Muhammad SAW:

"Seluruh bumi telah dijadikan tempat sholat, kecuali kuburan dan kamar kecil" (Al-Tirmidzi).

Namun perkembangannya sangatlah pesat dan kini banyak digunakan di masjid, mushola, bahkan di setiap rumah-rumah umat Muslim. Pada abad pertengahan, sajadah digunakan oleh orang-orang pinggiran di Kairo, Mesir untuk salat berjamaah.

Dari situlah sajadah mulai dikenal oleh masyarakat Muslim dan terus mengalami perkembangan sampai saat ini. Bahkan, sajadah juga telah digunakan di mana-mana dan oleh semua kalangan umat Muslim.

Kini, sajadah telah mengalami modifikasi sedemikian rupa yang disesuaikan dengan budaya dan seni masing-masing tempat. Padahal, awal mula pembuatan sajadah masih dengan desain yang serupa.Yakni dengan gambar desain pintu besar seperti pintu menuju surga. Selalu ada juga simbol mihrab dengan ceruk melengkung yang menyerupai pintu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....