Siti Mukaromah Dorong Batik Banyumasan Mendunia

  • 04 Okt 2026 15:30 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas- Batik Banyumasan didorong tidak sekadar menjadi warisan budaya, yang diperingati setiap Hari Batik Nasional 2 Oktober. Tetapi terus dikembangkan sebagai karya kreatif yang mampu menarik minat generasi muda sekaligus memiliki nilai ekonomi dan pariwisata.

Anggota Komisi VII DPR RI, Siti Mukaromah mengatakan hal tersebut, saat menghadiri peragaan busaana dan pemilihan Putra Putri Batik Hadi Priyanto. Menurut Erma sapaan akran dari Siti Mukaromah, pelestarian batik harus diwujudkan melalui berbagai kegiatan kreatif yang memberi ruang bagi anak muda untuk mengenal, memakai, hingga mengembangkan batik.

Erma menilai kegiatan pemilihan Putra Putri Batik yang digelar Rumah Batik Hadi Priyanto menjadi salah satu cara konkret memperkenalkan batik kepada generasi muda. Sebab batik memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk fesyen dengan beragam desain. Selain memperkuat budaya, pengembangan batik juga dapat membuka lapangan kerja serta mendukung sektor pariwisata.

“Batik bukan hanya kekayaan alam, tetapi juga kekayaan kreativitas dan karya tangan anak bangsa. Karena itu, kegiatan seperti ini harus kita jaga dan kawal agar kreativitas anak muda semakin berkembang,” katanya Hal itu disampaikan Erma saat menghadiri fashion show batik di Rumah Batik Hadi Priyanto atau Batik Mruyung, Banyumas, Minggu (4/10/2026).

Khusus Batik Banyumasan, Erma mengapresiasi kekhasan motif yang mengangkat berbagai unsur lokal, dean dekat dengan kehidupan masyarakat Banyumas. Mulai dari tumbuhan seperti daun talas, bambu, kelapa dan manggar, hingga motif fauna dan uang.

“Ini menjadi daya tarik bagi wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri. Kekhasan Batik Banyumasan harus terus dilestarikan dan dikuatkan bersama,” ujarnya.

Erma juga mengaku memiliki lebih dari 50 koleksi batik Banyumasan, termasuk lebih dari 15 koleksi Batik Banyumasan dari Rumah Batik Hadi Priyanto. Sebab batik bukan sekadar pakaian, tetapi karya yang memiliki nilai budaya dan berpotensi memiliki nilai ekonomi semakin tinggi di masa mendatang.

Sementara itu, penggagas acara dari Rumah Batik Hadi Priyanto, Tirsa Enggar, mengatakan kegiatan pemilihan Putra Putri Batik kembali digelar setelah sebelumnya pernah dilaksanakan pada 2021. Tahun ini, kegiatan tersebut mengusung konsep yang lebih kasual, untuk menghapus anggapan bahwa batik hanya cocok digunakan untuk menghadiri acara resmi atau identik dengan pakaian orang tua.

“Tujuannya memperkenalkan Batik Banyumasan kepada anak muda. Jadi mereka tahu bahwa batik tidak identik dengan kondangan atau orang tua,” katanya.

Tirsa mengatakan antusiasme peserta bahkan melampaui target. Dari kuota awal 50 peserta, tercatat 57 anak hingga remaja mengikuti kegiatan tersebut. Peserta tidak hanya berasal dari Banyumas, tetapi juga dari luar daerah, termasuk Yogyakarta hingga Tangerang.

Dalam kegiatan yang berlangsung Pagi- siang hari, puluhan anak dan remaja memamerkan kemampuan mereka sekaligus mengenakan berbagai koleksi Batik Banyumasan di atas catwalk. Para peserta terbaik mendapatkan penghargaan dan hadiah dari penyelenggara.

Momentum ini diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan Hari Batik Nasional, tetapi menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan ikut menjaga keberlanjutan Batik Banyumasan sebagai identitas budaya sekaligus kekuatan ekonomi kreatif daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....