Prof. Moh. Roqib Dorong Pendidikan Islam Berbasis Kesetaraan Gender
- 19 Sep 2026 11:00 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto-UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) Purwokerto kembali menggelar Eurasia International Public Lecture Series pada Sabtu 19 September 2026 pagi di Gedung Pascasarjana UIN SAIZU Purwokerto. Gelaran internasional yang memasuki seri ketiga tersebut menghadirkan Direktur Pascasarjana UIN SAIZU Purwokerto, Prof. Dr. Moh. Roqib, M.Ag., dengan tema “Gender Inclusive Islamic Education and Cultural Harmonization: Promoting Religious Literacy Multicultural Javanese Traditions for Asia Global Relations.”
Saat membuka sesi kuliah, Roqib mengajak peserta terlebih dahulu memahami perbedaan antara seks dan gender sebagai bagian dari pembahasan pendidikan Islam yang inklusif. Ia kemudian menjelaskan, pendidikan Islam yang ramah gender dan berwawasan multikultural perlu memastikan akses, peran, serta kesetaraan yang adil bagi laki-laki dan perempuan.

Menurut Roqib, keadilan gender dalam pendidikan Islam antara lain diwujudkan melalui kesempatan belajar yang setara, peluang menjadi pemimpin, akses yang sama terhadap sumber pengetahuan, serta kebebasan dari stereotip.
"Setiap peserta didik juga perlu memiliki ruang untuk menyampaikan pendapat secara aman serta mengembangkan potensi akademik dan sosial," jelasnya.
Ia menambahkan, pendidikan inklusif tidak berhenti pada persoalan siapa yang dapat masuk ke ruang pendidikan, tetapi juga menyangkut siapa yang didengar, diakui, dan memiliki kesempatan memproduksi pengetahuan.
"Pendidikan inklusif perlu bergerak dari siapa yang boleh masuk menuju siapa yang didengar, diakui, dan memiliki kesempatan memproduksi pengetahuan," katanya.
Roqib juga menekankan pentingnya mengintegrasikan keadilan gender, pendidikan multikultural, dan literasi keagamaan sebagai satu ekosistem pendidikan.
"Keadilan gender memastikan setiap subjek memperoleh kesempatan yang setara, multikulturalisme memastikan perbedaan diakui dan dikelola secara konstruktif, sedangkan literasi keagamaan memberikan kemampuan untuk memahami agama dan keberagaman secara kritis," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....