Dinkes Banyumas Dorong Penerapan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat

  • 19 Sep 2026 10:42 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Banyumas mulai berdampak pada penurunan ketersediaan air bersih bagi warga. Di tengah keterbatasan sumber air ini, Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Banyumas mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kualitas air minum dan kebersihan lingkungan guna mencegah munculnya potensi penyakit sejak dini.

Tenaga Kesehatan Lingkungan Dinkes dan KB Banyumas, Imam Subagyo, ST, M.Si., dalam dialog Indonesia Sehat di Pro 1 RRI Purwokerto Jumat 18 September 2026.menekankan pentingnya sinergi antara bantuan fasilitas dari pemerintah dan kesadaran mandiri masyarakat. Ia menjelaskan bahwa menjaga pola hidup bersih dan sehat dapat dicapai melalui penerapan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang mencakup lima pilar utama, yaitu stop buang air besar sembarangan (BABS), cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengamanan sampah rumah tangga, serta pengamanan limbah cair rumah tangga.

"Perubahan suatu perilaku ini menjadi hal yang pokok karena STBM itu menjadi suatu kebutuhan. Kita mendidik suatu kebutuhan, bukan karena program pemerintah," ujar Imam Subagyo.

Menurut Imam, penguatan kebutuhan sanitasi dari diri masyarakat jauh lebih efektif daripada sekadar menunggu bantuan. Ia menambahkan bahwa pendekatan Community-Led Total Sanitation (CLTS) atau pemicuan terus dilakukan guna mengubah pola pikir masyarakat agar merasa tergerak dan bangga membangun fasilitas sanitasi secara mandiri.

Terkait dengan fasilitas sanitasi di rumah tangga, Imam juga membagikan tips edukatif serta teknis pembuatan septic tank yang aman yaitu jarak ideal septic tank dengan sumber air sumur adalah minimal 10 meter dan dikonstruksi secara kedap air agar tidak mencemari lingkungan. Selain itu, penyedotan septic tank disarankan dilakukan secara rutin berkala.

"Pemahaman bahwa septic tank bagus jika tidak pernah disedot adalah keliru. Yang bagus, paling tidak 3 sampai 5 tahun sekali harus disedot dan dibuang ke Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT)," Tambahnya.

Saat ini, Kabupaten Banyumas telah mencapai status 100% Open Defecation Free (ODF) atau bebas dari buang air besar sembarangan, serta tengah diajukan dalam penilaian STBM Award tingkat nasional kategori Madya. Melalui edukasi dari fasilitas kesehatan dan kader desa, masyarakat diharapkan dapat mempraktikkan kebiasaan kecil seperti menyediakan tempat cuci tangan di depan rumah dan mengolah sampah organik menjadi kompos demi mewujudkan lingkungan yang sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....