Ustazah Serriningsih: Bijak Memilih Pasangan

  • 17 Sep 2026 11:05 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID. PURWOKERTO – Ustazah Hajah Serriningsih, S.Pd., M.Si., mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam memilih pasangan hidup. Hal tersebut disampaikan dalam kajian Mutiara Pagi RRI Purwokerto bertema “Seribu Satu Problema Rumah Tangga dan Solusinya dalam Islam Bagian 3”. Menurutnya, pernikahan bukan sekadar mencari teman hidup atau kebahagiaan, tetapi juga merupakan ibadah dan amanah dalam membangun keluarga menuju keridaan Allah SWT.

Serriningsih menjelaskan, pada saat menjadi narsumber pada Rabu, (16/09/2026) keputusan menikah sesungguhnya sudah dimulai sejak seseorang menentukan calon pasangan. Karena itu, pertimbangan dalam memilih pasangan tidak semestinya hanya didasarkan pada wajah, harta, pekerjaan, kedudukan maupun perasaan cinta. “Jangan sampai kita salah memilih di awal, kemudian bertahun-tahun sibuk memperbaiki akibat dari pilihan yang telah kita lakukan,” ujarnya.

Ia menekankan, agama menjadi salah satu pertimbangan utama dalam memilih pasangan. Namun, menurutnya, ukuran keberagamaan seseorang tidak cukup dilihat dari penampilan atau aktivitas ibadah semata. Agama juga harus tercermin melalui akhlak dan perilaku sehari-hari, seperti kejujuran, amanah, tanggung jawab, menjaga lisan serta menghormati orang tua.

Salah satu karakter yang perlu diperhatikan calon pasangan, lanjut Serriningsih, adalah cara seseorang mengendalikan emosi ketika menghadapi persoalan. “Jangan hanya bertanya apakah dia rajin ibadah, tetapi tanyakan juga bagaimana akhlaknya ketika dia marah,” katanya. Menurutnya, calon pasangan perlu dilihat secara lebih utuh, termasuk dengan mencari informasi dari orang-orang terdekat yang mengenal karakter dan perilakunya.

Dalam sesi tanya jawab, sejumlah persoalan rumah tangga dan pernikahan turut dibahas, antara lain hubungan pasangan berbeda agama, pernikahan yang dilakukan tanpa persetujuan orang tua, hubungan antara mertua dan menantu, serta perubahan kondisi rumah tangga setelah menikah. Serriningsih menjelaskan bahwa rumah tangga merupakan dinamika yang mempertemukan dua pribadi dengan latar belakang berbeda sehingga diperlukan kesabaran, introspeksi, pemahaman terhadap hak dan kewajiban, serta penyelesaian masalah hingga ke akar persoalan.

Serriningsih juga mengingatkan bahwa kemampuan mengendalikan diri merupakan bagian penting dalam kehidupan rumah tangga. Menurutnya, seseorang yang belum mampu menikah tetap dapat menjaga kesucian diri dengan menahan hawa nafsu dan menghindari perbuatan maksiat. “Orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan diri ketika marah,” tegasnya, mengutip hadis Nabi Muhammad SAW.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....