UNSOED Gelar Pagelaran Wayang Moderat di Banjarnegara
- 17 Sep 2026 09:10 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banjarnegara - Upaya memperkuat moderasi beragama di kalangan generasi muda terus dilakukan melalui pendekatan yang kreatif dan edukatif. Salah satunya diwujudkan pada Rabu 16 September 2036 melalui kegiatan Penguatan Moderasi Beragama melalui Wayang Moderat bagi Santri se-Kabupaten Banjarnegara dan Siswa MAN 2 Banjarnegara oleh tim pengabdi LPPM Universitas Jenderal Soedirman.
Ketua Tim Pengabdi, Munasib, S.Pd.I., M.Pd.I kepada RRI menyebutkan penyuluhan moderasi beragama selama ini umumnya dilakukan melalui metode ceramah atau seminar. Pola tersebut, lanjut Munasib, terkadang membuat peserta merasa jenuh dan membosankan. Oleh karena itu, Tim Pengabdian LPPM UNSOED mencoba menghadirkan pendekatan yang lebih kreatif dengan memadukan penyampaian materi dan pagelaran wayang moderat.
“Melalui media wayang diharapkan mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menarik sekaligus meningkatkan antusiasme peserta dalam memahami nilai-nilai moderasi beragama,” jelasnya.
Sementara itu Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren Kabupaten Banjarnegara, Dr. KH. Ahmad Nafis Athoillah, MA, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa terdapat empat indikator utama moderasi beragama. Pertama, komitmen kebangsaan, yakni penerimaan dan kesetiaan terhadap prinsip-prinsip kehidupan berbangsa yang berlandaskan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kedua, toleransi, yaitu sikap menghargai dan menghormati perbedaan keyakinan maupun pendapat serta memberikan kebebasan kepada orang lain untuk menjalankan ibadah. Ketiga, anti kekerasan, yaitu menolak segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal, termasuk tindakan memaksakan kehendak atau menyelesaikan konflik dengan kekerasan.
Keempat, akomodatif terhadap kebudayaan lokal, yakni sikap ramah dan terbuka terhadap tradisi serta budaya lokal selama tidak bertentangan dengan prinsip dasar ajaran agama.
“Keempat indikator tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai, toleran, dan mampu hidup berdampingan di tengah keberagaman,” tegas Kiai Nafis.
Dalam kesempatan yang sama Kepala MAN 2 Banjarnegara yang diwakili Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Awaluddin Rahmat Hidayat, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada MAN 2 Banjarnegara sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan.
“Kegiatan pagelaran wayang moderat memiliki daya tarik tersendiri karena menghadirkan narasumber yang seluruhnya berasal dari kalangan dosen UNSOED, baik dalam penyampaian materi moderasi beragama maupun sebagai dalang dalam pagelaran wayang moderat,” terang Awaluddin.
Dalam pagelaran tersebut Dalang Ki Dr. Kusnandar, S.Pd., M.Kes., mementaskan lakon “Santri Maling”. Kisah tersebut menggambarkan seorang santri yang taat dan ta’dzim kepada Kiainya. Meskipun pada awalnya sikap ketaatan sang santri tampak mengarah pada tindakan yang kurang baik, berbagai kejadian justru membawa pesan moral yang tidak terduga.
Sang santri selalu gagal ketika hendak mencuri. Pada akhirnya, ia justru dinikahkan dengan putri seorang kaya raya yang sebelumnya menjadi sasaran pencurian. Kekayaan tersebut pun tidak jadi dicuri.
Menariknya, orang kaya tersebut justru terkesima dengan akhlak dan kejujuran sang santri. Karena melihat karakter baik yang dimilikinya, ia kemudian menjadikan sang santri sebagai menantu. Kisah tersebut berakhir dengan kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.
“Penyampaian pesan moderasi melalui cerita wayang menjadikan nilai-nilai keagamaan lebih mudah diterima karena dikemas dalam bentuk seni dan budaya yang dekat dengan kehidupan masyarakat,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....