Unugha Cilacap Hadirkan Teknologi Greenhouse di Panen Perdana KWT Kasembadan

  • 15 Sep 2026 14:07 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Kelompok Wanita Tani (KWT) Mugi Kasembadan Desa Karangduren, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, menggelar panen perdana melon Golden hasil penerapan teknologi smart greenhouse, belum lama ini. Panen perdana tersebut menjadi penanda keberhasilan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun Anggaran 2026.

Program yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tersebut mengusung tema Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Mugi Kasembadan Desa Karangduren melalui Teknologi Greenhouse untuk Peningkatan Kapasitas Produksi dan Pemasaran Menuju Swasembada Pangan. Ketua Tim Pelaksana PKM UNUGHA Cilacap, Christian Soolany, mengatakan panen perdana bukan menjadi akhir program, melainkan awal menuju kemandirian mitra.

"Keberhasilan panen ini bukan akhir dari kegiatan, tetapi menjadi awal dari proses kemandirian mitra. Teknologi greenhouse diharapkan dapat terus dikembangkan KWT Mugi Kasembadan untuk memperkuat produktivitas, pemasaran, dan ketahanan pangan di tingkat desa," ujar Christian.

Teknologi yang diterapkan dalam program tersebut meliputi rak tanam bertingkat, irigasi tetes otomatis, sensor Internet of Things atau IoT, pengendalian iklim mikro, serta digitalisasi pengelolaan usaha dan pemasaran. Dari 227 bibit melon yang ditanam, sebanyak 225 tanaman berhasil tumbuh. Tingkat keberhasilan pertumbuhan tanaman mencapai 99,1 persen.

Kepala Desa Karangduren, Ismanto, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, penerapan teknologi greenhouse mulai memberikan manfaat bagi KWT Mugi Kasembadan, terutama dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas budidaya. Sementara itu, Rektor UNUGHA Cilacap, Dr. K.H. A. Luthfi Hamidi, M.Ag., berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus berlangsung setelah program berakhir. Ia menekankan, teknologi yang telah diterapkan tidak berhenti sebagai bagian dari program pengabdian, tetapi dapat dikembangkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Apresiasi juga disampaikan Pemerintah Kabupaten Banyumas. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Banyumas, Ir. Junaidi, M.T., yang mewakili Wakil Bupati Banyumas, mengatakan pengembangan greenhouse diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan, kemandirian teknologi, sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.

Rangkaian kegiatan panen perdana dilanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas antara Pemerintah Desa Karangduren dan KWT Mugi Kasembadan. Pakta tersebut menjadi bentuk komitmen bersama untuk menjaga dan mengembangkan program secara berkelanjutan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti peresmian teknologi greenhouse. Puncak acara berlangsung di dalam greenhouse melalui pemotongan melon Golden perdana oleh Rektor UNUGHA Cilacap.

Usai panen perdana, KWT Mugi Kasembadan diarahkan memasuki siklus tanam berikutnya dengan menerapkan pola staggered planting. Strategi tersebut dilakukan untuk menjaga kesinambungan produksi. Selain itu, KWT didorong memperkuat pemasaran digital dan jejaring business to business atau B2B, serta meningkatkan kemandirian dalam pengelolaan usaha hingga program berakhir pada Desember 2026.

Kegiatan panen perdana tersebut turut dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Banyumas, DPRD Kabupaten Banyumas, Baznas, Dinas Pertanian, penyuluh pertanian, Forkopimcam Sokaraja, Pemerintah Desa Karangduren, kelompok tani, tokoh masyarakat, serta jajaran pimpinan UNUGHA Cilacap dan perguruan tinggi mitra.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....