Merayakan HUT RI ke-81 dengan Menjaga Moral dan Tidak Merusak
- 13 Agt 2026 16:16 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID. , Purwokerto: Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai momentum seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan refleksi terhadap perilaku dan tanggung jawab dalam mengisi kemerdekaan.
Hal tersebut menjadi salah satu pokok bahasan dalam program Mutiara Pagi RRI Purwokerto, Kamis (13/8/2026), dengan tema “Merayakan HUT RI 81 dengan Tidak Berbuat Kesalahan dan Kerusakan”. Program tersebut menghadirkan Ust. Drs. KH. Achmad Kifni sebagai narasumber.
Dalam pembahasannya, kemerdekaan dinilai tidak seharusnya diterjemahkan sebatas kebebasan untuk melakukan berbagai aktivitas perayaan. Semangat kemerdekaan juga perlu diwujudkan melalui perilaku yang menjaga ketertiban sosial, kelestarian lingkungan, serta nilai-nilai agama.
Ust. Drs. KH. Achmad Kifni menekankan bahwa semangat merayakan kemerdekaan perlu diiringi kesadaran untuk menjauhi perbuatan maksiat maupun tindakan yang dapat menimbulkan kerusakan. Dengan demikian, kegembiraan dalam memperingati HUT Kemerdekaan tetap berada dalam koridor moral dan tidak merugikan masyarakat maupun lingkungan.
“Kemerdekaan harus diisi dengan perbuatan yang membawa kebaikan. Jangan sampai euforia perayaan justru membuat kita melanggar norma sosial, agama, merusak lingkungan, atau mengganggu ketenteraman orang lain,” demikian yang disampaikan oleh Ust. Drs. KH. Achmad Kifni .
Persoalan tersebut dinilai penting karena berbagai bentuk kerusakan moral dan sosial masih menjadi tantangan masyarakat. Dalam materi Mutiara Pagi, hal itu dikaitkan antara lain dengan perilaku destruktif, kerusakan lingkungan, hingga persoalan seperti judi online dan korupsi yang dapat menggerus nilai-nilai kehidupan berbangsa.
Karena itu, momentum HUT ke-81 RI dapat dijadikan sarana untuk memperkuat kesadaran bahwa kemerdekaan juga membawa tanggung jawab. Masyarakat memiliki peran untuk menjaga fasilitas umum, lingkungan, ketertiban, serta membangun kehidupan sosial yang lebih baik.
Terlebih bagi generasi muda, pengisian kemerdekaan di tengah perkembangan era digital membutuhkan pendampingan dan keteladanan. Peran keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan lingkungan pendidikan menjadi penting agar kebebasan yang dimiliki generasi muda tidak berubah menjadi perilaku yang destruktif.
Dengan demikian, merayakan kemerdekaan tidak harus selalu ditunjukkan melalui kemeriahan. Menjaga lingkungan, menghormati sesama, menaati norma, menjauhi kemaksiatan, serta melakukan kegiatan yang produktif juga merupakan bentuk nyata rasa syukur atas kemerdekaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....