Penyuluh Kemenag Banyumas: Perbedaan Agama Bukan Penghalang Hidup Berdampingan

  • 12 Agt 2026 12:08 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Perbedaan agama dan latar belakang tidak seharusnya menjadi penghalang bagi masyarakat untuk hidup berdampingan secara rukun. Sikap saling menghormati dan menghargai keyakinan masing-masing menjadi bagian penting dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman.

Penyuluh Agama Kristen dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas, Debby Cristian, mengatakan masyarakat dapat berteman dan bergaul tanpa memandang perbedaan agama, dengan tetap menghormati keyakinan masing-masing. Menurut Debby, keberagaman yang dimiliki Indonesia dapat menjadi kekuatan apabila disikapi secara bijaksana. Perbedaan cara pandang, tradisi, budaya, dan adat dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk saling mengenal dan memahami.

“Menjalankan iman tetap dengan damai, tetap peduli dengan lingkungan sekitar, tidak mencari pusat perhatian dari orang lain ketika sedang menjalankan agama,” ujar Debby dalam Dialog SPADA Pro 2 RRI Purwokerto, Selasa (11/8/2026).

Ia mengatakan, sikap saling menghormati juga perlu diterapkan ketika menjalankan ibadah di lingkungan yang memiliki keyakinan berbeda. Masyarakat perlu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar agar aktivitas keagamaan tetap berlangsung dengan damai.

Debby juga mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya ketika terjadi persoalan yang berkaitan dengan perbedaan agama. Menurutnya, persoalan yang muncul sebaiknya diselesaikan secara bijaksana dan tidak diperluas melalui media sosial. Penyebaran informasi yang belum jelas dapat memicu kesalahpahaman dan berpotensi memperbesar konflik maupun sikap intoleransi.

Ia menegaskan, toleransi bukan berarti mencampuradukkan ajaran atau keyakinan agama. Toleransi merupakan sikap menghormati perbedaan sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk berkomunikasi dan bekerja sama.

“Kita boleh berbeda agama tetapi tetap saling menghormati. Kita boleh berbeda pendapat tetapi tetap hidup dengan rukun,” kata Debby.

Menurut Debby, menjaga kerukunan merupakan tanggung jawab bersama. Sikap saling menghargai di tengah keberagaman diharapkan dapat memperkuat kehidupan sosial masyarakat dan mencegah munculnya konflik yang disebabkan oleh perbedaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....