Pemkab Banjarnegara Siapkan Ambulans hingga RTLH untuk Veteran

  • 11 Agt 2026 13:01 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banjarnegara - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara menegaskan komitmennya untuk meningkatkan perhatian dan kesejahteraan para veteran beserta keluarganya.

Komitmen tersebut disampaikan dalam tasyakuran memperingati Hari Veteran Nasional 2026 yang digelar Markas Cabang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Banjarnegara di Pendapa Dipayudha Adigraha, Senin (10/8/2026).

Tasyakuran tersebut mengusung tema nasional "Veteran Menjaga Nilai Juang, Menginspirasi Indonesia Maju".

Mewakili Bupati Banjarnegara, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Sila Satriana, menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada para veteran yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia.

Sila juga menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk memfasilitasi kebutuhan LVRI, termasuk penganggaran fasilitas pemakaman veteran di Taman Makam Pahlawan (TMP) Sureng Yudha hingga penyediaan kendaraan jenazah atau ambulans.

"Jika kita sebagai generasi muda tidak peduli, tidak ngopeni, dan tidak merasa bahwa kita adalah bagian dari perjuangan mereka, maka kita bisa dikatakan sebagai orang yang zalim," kata Sila.

Selain fasilitas pemakaman, Pemkab Banjarnegara menyiapkan program bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) senilai Rp 20 juta bagi anggota LVRI atau keluarganya yang membutuhkan.

Sila juga mendorong instansi terkait untuk mendokumentasikan sejarah lisan para veteran yang masih hidup dalam bentuk visual maupun digital.

Menurut dia, upaya tersebut penting agar kisah perjuangan dan kepahlawanan lokal di Banjarnegara tidak hilang ditelan zaman.

Ketua LVRI Kabupaten Banjarnegara Ismail mengatakan, saat ini terdapat 178 anggota LVRI di wilayah tersebut.

Jumlah itu terdiri atas 71 veteran yang berasal dari berbagai penugasan, yakni PKRI, Trikora, Dwikora, Seroja, dan Misi Perdamaian, serta 107 warakawuri.

Ismail menegaskan, peringatan Hari Veteran Nasional setiap 10 Agustus memiliki akar sejarah yang kuat.

Tanggal tersebut merujuk pada puncak Serangan Umum Surakarta atau yang dikenal sebagai Serangan 4 Hari pada 10 Agustus 1949. Serangan tersebut menjadi salah satu peristiwa yang turut mendesak mundur tentara Belanda sebelum gencatan senjata.

"Usia boleh menua, tetapi semangat juang tidak pernah mengenal batas waktu. Veteran bukan hanya pelaku sejarah, melainkan penjaga nilai-nilai luhur perjuangan bangsa," ujar Ismail.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail juga menyampaikan sejumlah aspirasi kepada Pemkab Banjarnegara. Salah satunya adalah fasilitasi pembiayaan pemakaman veteran di TMP Sureng Yudha serta dukungan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan organisasi LVRI.

Ketua Panitia Hari Veteran Nasional (Harvetnas) 2026, Iman Ustaat, mengatakan, rangkaian peringatan tahun ini diisi dengan sejumlah kegiatan.

Kegiatan tersebut meliputi ziarah dan tabur bunga di TMP Sureng Yudha, tasyakuran, serta pemberian tali asih kepada anggota LVRI dan warakawuri.

Rangkaian kegiatan itu didukung pendanaan hibah Pemkab Banjarnegara melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), serta swadaya anggota LVRI.

Tasyakuran tersebut dihadiri Forkopimda, perwakilan OPD, organisasi kemasyarakatan seperti Pepabri, DHC BPK 45, PPAD, PP Polri, Pelik, Pikari, dan KNPI. Hadir pula guru pendamping serta pelajar SMA dan SMK di Banjarnegara.

Acara ditutup dengan pemutaran film pendek dokumenter "Pertempuran 4 Hari di Surakarta" yang mengisahkan peristiwa sejarah yang menjadi latar belakang penetapan Hari Veteran Nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....