Zikir Sebanyak-banyaknya, Pengingat Hati di Tengah Kesibukan Dunia

  • 11 Agt 2026 12:59 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Aktivitas dan kesibukan kehidupan modern kerap membuat manusia kehilangan waktu untuk berhenti sejenak dan mengingat Allah SWT. Padahal, zikir tidak hanya menjadi amalan yang dilakukan secara lisan, tetapi juga sarana untuk menjaga hati agar tetap terhubung dengan Sang Pencipta.

Hal tersebut menjadi pembahasan dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Purwokerto, Selasa (11/8/2026), dengan menghadirkan Ust. Drs. Daliman, M.Pd. sebagai narasumber. Tema yang diangkat yakni “Allah Memerintahkan untuk Berdzikir Sebanyak-banyaknya.”

Dalam pembahasannya, zikir ditempatkan bukan sekadar sebagai rutinitas mengucapkan kalimat-kalimat tertentu, tetapi sebagai bentuk kesadaran seorang hamba untuk senantiasa mengingat Allah SWT dalam berbagai keadaan.

“Zikir jangan hanya dimaknai sebagai aktivitas lisan. Yang lebih penting adalah bagaimana zikir mampu menghadirkan kesadaran hati untuk selalu mengingat Allah dan tercermin dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ust. Daliman.

Perintah untuk memperbanyak zikir juga dinilai relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini. Tingginya aktivitas, tekanan pekerjaan, persoalan keluarga hingga berbagai dinamika kehidupan dapat membuat seseorang mudah kehilangan ketenangan batin.

Materi Mutiara Pagi menyebutkan bahwa kesibukan duniawi sering membuat fokus manusia terpecah, sehingga zikir dapat menjadi salah satu sarana untuk menjaga ketenangan jiwa.

Ust. Daliman juga mengingatkan pentingnya menghadirkan penghayatan dalam berzikir. Dengan demikian, zikir tidak berhenti pada banyaknya ucapan yang dilafalkan, tetapi juga diharapkan memberikan pengaruh terhadap sikap dan perilaku seseorang.

“Ukuran keberhasilan zikir bukan hanya seberapa banyak lisan mengucapkannya, tetapi bagaimana ingatan kepada Allah itu membentuk perilaku, menjaga diri dari perbuatan yang tidak baik, dan menghadirkan ketenangan dalam menjalani kehidupan,” demikian statement narasumber yang dapat digunakan dalam naskah.

Pembahasan tersebut juga menyoroti persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, termasuk bagaimana zikir dapat memberikan ketenangan di tengah tekanan dan persoalan kehidupan modern. Selain itu, dibahas pula bagaimana menerapkan zikir di tengah tuntutan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi serta dampak spiritual dan sosial ketika zikir menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Melalui kajian tersebut, masyarakat diajak menjadikan zikir sebagai bagian dari keseharian, bukan hanya dilakukan ketika menghadapi persoalan atau kesulitan. Dengan memperbanyak mengingat Allah SWT, diharapkan hati tetap terarah dan kehidupan dijalani dengan kesadaran spiritual yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....