Memaafkan dan Berlapang Dada Jadi Bagian Akhlak Mulia dalam Pergaulan
- 10 Agt 2026 08:41 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto – Memaafkan kesalahan orang lain dan berlapang dada menjadi bagian penting dalam membangun akhlak mulia. Sikap tersebut tidak hanya dapat memperbaiki hubungan antar manusia, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hal itu disampaikan KH. Mintaraga Eman Surya, Lc., M.A., dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Purwokerto pada Senin (10/08/2026) bertema “Srawung Kanthi Mulyaning Akhlak Bagian 10”.
KH. Mintaraga menjelaskan, memaafkan bukan sekadar mengucapkan bahwa seseorang telah memaafkan, tetapi juga harus disertai keikhlasan untuk tidak terus mengungkit kesalahan yang telah terjadi. Menurutnya, memaafkan perlu dilakukan dengan meninggalkan dendam serta memperbanyak mengingat kebaikan orang lain. “Sayangi orang, Allah menyayangimu. Maafkan kesalahan orang, Allah memaafkan kamu,” ujarnya.
Ia menambahkan, kemampuan memaafkan perlu dibangun melalui kesadaran bahwa setiap manusia tidak luput dari kesalahan. Ketika seseorang berharap memperoleh ampunan Allah SWT, maka salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah belajar mengampuni kesalahan orang lain. Sikap tersebut juga perlu diterapkan dalam kehidupan sosial, termasuk ketika berinteraksi dengan orang yang memiliki perbedaan keyakinan.
Dalam dialog interaktif bersama pendengar, KH. Mintaraga juga mengingatkan agar masyarakat tidak gemar mencari-cari kesalahan orang lain. Menurutnya, seseorang yang rajin beribadah tetapi gemar mengorek kekurangan orang lain dapat merugikan dirinya sendiri. Karena itu, menjaga hati, menghindari prasangka, serta tidak mencari-cari kesalahan menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
KH. Mintaraga juga menekankan pentingnya memberikan nasihat melalui keteladanan. Menurutnya, seseorang hendaknya berusaha memperbaiki diri dan keluarganya terlebih dahulu sebelum mengajak orang lain melakukan kebaikan. Melalui tema Srawung Kanthi Mulyaning Akhlak, masyarakat diajak memahami bahwa akhlak mulia tidak hanya tercermin dalam ibadah, tetapi juga dalam cara memperlakukan keluarga, tetangga, dan sesama dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....