Kenali Bediding, Fenomena Udara Dingin di Musim Kemarau

  • 23 Jul 2026 14:24 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Memasuki puncak musim kemarau, masyarakat di sejumlah wilayah di Pulau Jawa mulai merasakan udara yang lebih dingin pada malam hingga pagi hari. Kondisi tersebut dikenal dengan istilah bediding, sebuah fenomena yang lazim terjadi setiap musim kemarau.

Mengutip informasi dalam laman IndonesiaBaik.id, bediding merupakan istilah yang digunakan masyarakat Jawa untuk menggambarkan udara yang terasa lebih dingin dibandingkan hari-hari biasanya pada musim kemarau. Fenomena ini terjadi ketika langit cerah tanpa banyak awan sehingga panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih cepat terlepas ke atmosfer pada malam hari

Akibat proses tersebut, suhu udara pada malam hingga menjelang pagi menjadi lebih rendah. Kondisi ini umumnya lebih terasa di wilayah dataran tinggi maupun daerah pegunungan, meski sejumlah daerah dataran rendah juga dapat merasakan penurunan suhu.

Meski udara terasa lebih dingin, fenomena bediding bukan merupakan cuaca ekstrem, melainkan bagian dari karakteristik musim kemarau yang terjadi secara alami setiap tahun. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir, namun tetap dianjurkan menjaga kondisi kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.

Selama periode bediding, masyarakat disarankan mengenakan pakaian yang lebih hangat saat beraktivitas pada malam atau dini hari, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, serta menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi dan beristirahat yang cukup.

Dengan memahami fenomena bediding, masyarakat diharapkan dapat lebih siap menghadapi perubahan suhu selama musim kemarau sekaligus menjaga kesehatan agar tetap bugar saat beraktivitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....