Bupati Purbalingga Dorong Perusahaan Manfaatkan Program Magang Nasional

  • 08 Jul 2026 15:53 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purbalingga - Pemerintah Kabupaten Purbalingga mendorong dunia usaha memanfaatkan Program Magang Nasional sebagai solusi mempertemukan kebutuhan industri dengan pencari kerja. Melalui program yang digagas Kementerian Ketenagakerjaan itu, perusahaan dapat memperoleh tenaga kerja magang tanpa menanggung biaya gaji selama enam bulan, sementara peserta mendapatkan pengalaman kerja, uang saku, dan sertifikasi kompetensi.

Ajakan tersebut disampaikan Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, saat membuka Sosialisasi Program Magang Nasional di Pendapa Dipokusumo, Rabu (8/7/2026). Menurutnya, program ini memberikan keuntungan bagi semua pihak sehingga perlu dimanfaatkan secara optimal oleh perusahaan di Purbalingga.

"Program ini tidak ada negatifnya. Justru memberikan benefit bagi peserta maupun perusahaan. Ini menjadi solusi untuk menjawab persoalan ketenagakerjaan yang kita hadapi," kata Fahmi.

Ia menjelaskan, Purbalingga masih menghadapi tantangan penyediaan lapangan kerja dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sekitar 4,8 persen. Di sisi lain, banyak lulusan SMK maupun perguruan tinggi yang belum terserap dunia kerja, sementara perusahaan membutuhkan tenaga kerja berkualitas namun kerap terbebani biaya rekrutmen.

Melalui Program Magang Nasional, peserta akan mengikuti pemagangan selama enam bulan dengan uang saku setara Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang sepenuhnya ditanggung Kementerian Ketenagakerjaan. Skema tersebut dinilai mampu membantu perusahaan memperoleh calon tenaga kerja yang siap dilatih tanpa harus mengeluarkan biaya penggajian selama masa magang.

Fahmi juga mengimbau seluruh perusahaan di Purbalingga segera menginput kebutuhan tenaga kerja melalui platform Program Magang Nasional. Ia berharap masyarakat Purbalingga yang memenuhi persyaratan dapat diprioritaskan agar semakin banyak warga memperoleh kesempatan meningkatkan kompetensi sekaligus memasuki dunia kerja.

"Tahun ini tersedia 150 ribu kuota secara nasional. Harapan kami Purbalingga bisa memanfaatkan kesempatan ini semaksimal mungkin agar semakin banyak masyarakat memperoleh pengalaman kerja sekaligus penghasilan," katanya.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Herry Nugraha, menjelaskan pemerintah menyiapkan 150 ribu kuota Program Magang Nasional pada 2026 yang akan dilaksanakan dalam tiga tahap. Selain menerima uang saku setara UMK, peserta juga memperoleh perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, pendampingan mentor di perusahaan, sertifikat pemagangan, serta sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) tanpa dipungut biaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....